Pemilihan Ketua PGRI Ciamis Wajib Ikuti Mekanisme Resmi
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemilihan Ketua dan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tingkat Kabupaten Ciamis tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada mekanisme organisasi yang harus diikuti secara berjenjang dan transparan, mulai dari tingkat ranting hingga panitia pemilihan.
Salah satu pengurus PGRI Kabupaten Ciamis (T) menyampaikan bahwa anggota yang memiliki hak suara adalah mereka yang terdaftar secara sah. Namun, suara itu tidak digunakan langsung oleh individu, melainkan didelegasikan kepada pengurus ranting dan cabang dalam forum konferensi.
“Setiap 20 anggota dihitung sebagai satu suara. Itu yang kemudian digunakan ranting dan cabang untuk memilih,” ujarnya.
Dia menambahkan, siapa pun yang ingin mencalonkan diri atau dicalonkan sebagai pengurus kabupaten, termasuk posisi ketua, harus melalui jalur usulan dari cabang atau ranting.
“Tidak bisa seseorang mencalonkan diri sendiri tanpa dukungan cabang atau ranting. Harus masuk dulu ke bursa bakal calon,” katanya. Senin, (26/05/2025).
Sistem ini tidak hanya berlaku di tingkat kabupaten, tetapi juga diterapkan secara berjenjang hingga ke tingkat provinsi dan pusat. Untuk calon pengurus provinsi, dukungan harus datang dari kabupaten dan cabang. Sementara untuk tingkat pusat, diperlukan rekomendasi dari provinsi dan kabupaten.
Struktur pemilihan juga telah ditetapkan. Dalam Konferensi Kabupaten nanti, dua kategori calon akan dipilih, yakni F1 untuk calon ketua, dan F2 untuk wakil ketua serta sekretaris. Sementara susunan pengurus lainnya seperti bendahara dan koordinator bidang akan ditentukan oleh tim formatur yang terdiri dari ketua terpilih, para wakil, sekretaris, dan ketua demisioner.
Hingga kini, panitia pelaksana pemilihan belum terbentuk resmi. Artinya, belum ada nama yang secara sah masuk dalam daftar bakal calon. Namun, sejumlah nama mulai disebut-sebut oleh pengurus dan anggota sebagai figur potensial.
Salah satu nama yang mencuat kuat adalah Edi Rusyana Noer. Beberapa pengurus cabang menyuarakan dukungannya secara terbuka.
“Saya secara pribadi dan atas nama pengurus PGRI mendukung Pak Edi Rusyana Noer untuk menjadi ketua. Beliau tahu betul organisasi ini,” ungkap seorang pengurus PGRI kecamatan.
Dia menilai Edi sebagai sosok yang loyal, berpengalaman, dan aktif memperjuangkan hak-hak guru. “Beliau ini tidak pernah setengah hati dalam membela guru. Ketika ada masalah, beliau turun langsung,” tambahnya.
Pengurus lainnya yang telah lama bergelut dalam struktur organisasi mengamini hal tersebut. Ia mengungkapkan bahwa Edi dikenal luas oleh para guru di akar rumput karena sering turun langsung ke cabang dan berdialog dengan anggota.
“Sudah 25 tahun saya aktif di PGRI, dan mengenal beliau sejak lama. Sekarang beliau menjabat sebagai Wakil Ketua I PGRI Kabupaten Ciamis. Itu bukti kapabilitas dan kepercayaan organisasi kepadanya,” katanya.
Meski demikian, (T) tidak menampik adanya nama lain yang mungkin muncul sebagai calon ketua. Bahkan ada informasi yang menyebutkan ada kandidat dari luar daerah. Namun ia menegaskan bahwa idealnya calon pemimpin berasal dari internal yang sudah memahami dinamika lokal organisasi.
BACA JUGA: BPBD Ciamis Tebang Pohon Rawan Tumbang Demi Keselamatan
“Namanya juga organisasi demokratis, tentu terbuka. Tapi kita butuh yang benar-benar paham dan sudah terbukti,” tegasnya.
Pemilihan Ketua PGRI Kabupaten dijadwalkan berlangsung paling lambat akhir Juni, sesuai aturan organisasi yang melarang proses pemilihan melampaui bulan Juli. “Kemungkinan besar tanggal 30 Juni. Itu batas akhirnya,” ujar salah satu sumber.
Meskipun pemilihan ini bersifat internal, namun arah kepemimpinan PGRI di tingkat kabupaten dinilai berpengaruh besar terhadap perjuangan guru dan pendidikan secara umum. Karena itu, banyak pihak berharap proses pemilihan berjalan demokratis, transparan, dan melahirkan pemimpin yang tidak hanya populer, tapi juga visioner, berani, dan berpihak pada guru. (Kusmana/ infopriangan.com)

