Pemkab Ciamis Lakukan Pembinaan Desa di Panawangan
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pemerintah Kabupaten Ciamis kembali melaksanakan Kegiatan Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Tahun 2026. Kali ini, kegiatan tersebut menyasar seluruh desa di Kecamatan Panawangan dan dilaksanakan pada Senin (26/01/2025) di Aula Desa Panawangan.
Kegiatan ini diikuti oleh 18 desa se-Kecamatan Panawangan dengan peserta yang terdiri dari Kepala Desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Sekretaris Desa, Bendahara Desa, serta perangkat desa terkait. Hadir pula unsur Kecamatan Panawangan dan Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa yang akuntabel dan berkelanjutan.
Bupati Ciamis, H. Herdiat Sunarya, hadir langsung memberikan arahan dan pembinaan. Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa kegiatan pembinaan dan pengawasan ini merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Ciamis agar soliditas seluruh unsur pemerintahan desa tetap terjaga dalam menjalankan tugas dan kewajibannya.
Menurut Bupati, pemerintahan desa terdiri dari kepala desa beserta perangkatnya dan BPD, yang masing-masing telah memiliki fungsi dan tugas yang jelas sesuai aturan. Namun demikian, ia menekankan bahwa pemahaman aturan saja tidak cukup tanpa adanya sinergitas dan soliditas antarunsur pemerintahan desa.
“Dalam aturan sudah jelas fungsi dan tugas masing-masing. Tapi satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah sinergitas dan soliditas. Kalau tidak solid, sebaik apa pun memahami aturan tetap tidak akan berjalan dengan baik,” tegas Bupati Herdiat.
Bupati Herdiat juga menekankan bahwa pembangunan desa tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri, meskipun desa memiliki dukungan anggaran. Terlebih dalam kondisi saat ini, ketika kemampuan anggaran desa dan daerah mengalami keterbatasan.
“Yang saya tekankan adalah solidaritas. Membangun desa tidak bisa sendirian, apalagi sekarang anggarannya minim. Semua harus gotong royong,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Ciamis juga memaparkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ciamis yang saat ini menghadapi tantangan cukup berat. Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh dampak pandemi Covid-19 serta kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Bupati mengungkapkan bahwa pada periode 2025–2026, Kabupaten Ciamis tidak lagi menerima bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Padahal, sekitar 15 tahun lalu, bantuan tersebut nilainya mencapai Rp200 hingga Rp300 miliar per tahun. Hal ini terjadi karena kondisi keuangan provinsi yang juga mengalami defisit, serupa dengan kondisi kabupaten.
“Ini bukan karena Gubernur tidak memperhatikan Ciamis, tetapi karena kondisi keuangan provinsi juga sama dengan kabupaten. Intinya, provinsi dan kabupaten kondisinya 11-12,” jelasnya.
Dalam menghadapi keterbatasan tersebut, Bupati menegaskan bahwa kunci agar pemerintahan daerah dan desa tetap berjalan serta berkembang adalah soliditas dan gotong royong seluruh unsur pemerintahan.
Ia juga mengingatkan agar kepala desa, BPD, dan perangkat desa tidak mudah terpengaruh oleh hujatan di media sosial yang saat ini mudah viral. Menurutnya, respons terbaik terhadap kritik adalah dengan meningkatkan kinerja dan menjaga kekompakan internal.
“Jangan sampai kondisi di luar sudah tidak baik, di dalam internal juga tidak solid. Itu justru akan melemahkan,” pesannya.
Terkait pengelolaan keuangan desa, Bupati menekankan pentingnya transparansi, ketelitian, dan kepatuhan terhadap aturan. Ia mengingatkan bahwa pelanggaran dalam pengelolaan keuangan, meskipun tanpa niat memperkaya diri, tetap memiliki konsekuensi hukum.
“Hati-hati dalam mengelola uang desa. Walaupun tidak dimakan, kalau melanggar aturan tetap hukum yang akan berbicara,” tegasnya.
BACA JUGA: Ular Python Masuk Permukiman, Alarm Mitigasi Warga
Menutup arahannya, Bupati Ciamis mengimbau seluruh peserta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Januari. Mengingat Kecamatan Panawangan termasuk wilayah rawan, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan saluran air.
“Pelihara lingkungan kita bersama-sama. Ini bagian dari ikhtiar kita menghadapi cuaca ekstrem,” pungkasnya. (Satrio)


