Pemkab Cirebon dan Forkopimda Tertibkan Wisata Trusmi

infopriangan.com, BERITA CIREBON. Pemerintah Kabupaten Cirebon bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke kawasan wisata Trusmi, Senin (7/7/2025), untuk melakukan penertiban terhadap berbagai aktivitas yang dianggap mengganggu kenyamanan publik.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya penataan kawasan wisata batik unggulan Kabupaten Cirebon.

IMG-20260217-WA0014

Penertiban menyasar berbagai pelanggaran ruang publik, mulai dari keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang menempati trotoar, parkir liar yang menyebabkan kemacetan, hingga keberadaan gelandangan dan anak jalanan yang kerap terlihat di area wisata.

Wakil Bupati Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, yang ikut terjun langsung dalam penertiban, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menciptakan kawasan wisata yang tertib, bersih, dan nyaman bagi pengunjung.

“Kita ingin Trusmi menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menarik secara budaya dan ekonomi, tapi juga secara tata ruang dan ketertiban umum,” ujar Agus, yang akrab disapa Jigus.

Budiman juga menjelaskan bahwa penertiban dilakukan dengan pendekatan persuasif, tidak represif. Pemerintah, kata dia, tetap menghargai hak masyarakat untuk mencari nafkah, namun tidak boleh mengorbankan kepentingan umum.

“Kita ajak para pedagang berdialog. Solusinya bukan sekadar mengusir, tapi menata. Pemerintah tengah menyiapkan relokasi bagi PKL serta sistem parkir yang lebih tertib dan legal,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, tampak pula jajaran kepolisian, TNI, Satpol PP, dan perangkat daerah terkait. Mereka bekerja sama menertibkan titik-titik rawan pelanggaran, terutama di sepanjang jalan utama dan area parkir yang kerap digunakan secara liar.

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni, mengatakan bahwa aparat keamanan mendukung penuh penataan kawasan Trusmi, selama dilakukan dengan prinsip humanis dan proporsional.

“Penertiban ini bukan semata-mata soal penegakan hukum, tapi bagian dari upaya bersama menjaga ruang publik. Kita kembalikan fungsi trotoar dan jalan sebagaimana mestinya,” tegas Sumarni.

Sumarni menambahkan, Forkopimda sepakat untuk menjaga kesinambungan penataan, tidak berhenti pada satu hari aksi. Pengawasan di lapangan akan diperkuat, begitu juga dengan edukasi kepada masyarakat.

“Jika Trusmi bersih, rapi, dan tertib, maka bukan hanya wisatawan yang diuntungkan. Para pedagang pun akan merasakan manfaatnya karena pengunjung akan lebih nyaman dan betah,” katanya.

Namun begitu, penertiban ini juga mendapat perhatian dari sebagian warga yang menggantungkan penghidupannya di kawasan Trusmi. Beberapa pedagang menyampaikan kekhawatiran soal nasib mereka pasca relokasi.

“Kami tidak menolak ditertibkan, asal ada tempat baru yang layak dan tetap ramai,” ujar salah satu pedagang, Sumarni (43), yang sehari-hari berjualan aksesori batik di pinggir jalan.

Menanggapi hal itu, Pemkab Cirebon berjanji akan melibatkan pedagang dalam proses relokasi dan tidak akan mengambil keputusan sepihak. Penataan ini, tegas Jigus, tidak boleh menyisakan persoalan sosial baru.

BACA JUGA: Legenda Mistis Goa Panggung di TWA Pangandaran

“Kita tidak ingin setelah ditertibkan, mereka malah kehilangan penghasilan. Maka dari itu, solusinya harus menyeluruh dan manusiawi,” ujarnya.

Pemerintah juga akan memperbaiki fasilitas umum, termasuk drainase, trotoar, papan informasi, serta area parkir resmi yang memadai. Langkah ini diharapkan bisa mengubah wajah Trusmi menjadi kawasan wisata terpadu yang lebih profesional dan kompetitif.

Dengan pembenahan yang konsisten dan kolaboratif, Pemkab Cirebon berharap Trusmi tidak hanya dikenal sebagai pusat belanja batik, tetapi juga sebagai destinasi wisata budaya yang modern, ramah pengunjung, dan bebas dari kesemrawutan. (Fi Anggara, infopriangan.com)

IMG-20260217-WA0014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan