Pemkab Tasikmalaya Luncurkan Program untuk Lansia Tunggal
infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Tasikmalaya ke-939, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya resmi meluncurkan program sosial bertajuk Nya’ah Ka Indung, Sabtu (26/07/2025).
Program ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap para lanjut usia (lansia) tunggal, yaitu mereka yang hidup tanpa pasangan maupun keluarga.
Peluncuran program dilakukan secara simbolis melalui penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada tujuh lansia. Program ini menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan hari jadi dan diharapkan menjadi gerakan sosial berkelanjutan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, Dr. H. Mohamad Zen, menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 11.000 lansia tunggal di wilayah tersebut. “Jumlah ASN di Tasikmalaya lebih banyak dari jumlah lansia tunggal, sehingga satu ASN dapat mendampingi satu lansia,” ungkapnya.
Dr. H. Mohamad Zen juga menegaskan bahwa program ini tidak bersifat wajib secara materi. “Ini bukan soal uang atau besarnya bantuan. Kepedulian bisa ditunjukkan lewat kunjungan, mendengarkan, atau sekadar memberi semangat,” ujarnya.
Zen juga menyampaikan bahwa program ini hadir bukan sekadar slogan. Sesuai arahan Bupati, Nya’ah Ka Indung harus benar-benar menyentuh para lansia yang selama ini hidup tanpa dukungan keluarga.
“Kalau tidak bisa memberi bantuan, cukup beri informasi agar bisa ditindaklanjuti oleh ASN lainnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, program ini juga terintegrasi dengan layanan Universal Health Coverage (UHC). Pemerintah menjamin seluruh warga akan tetap dilayani saat berobat, meskipun status kepesertaan BPJS belum aktif.
BACA JUGA: Ketua Panitia Bantah Dugaan KKN Penjaringan Perangkat Desa
“Kalau ternyata masuk dalam kategori desil 1 sampai 5, maka biaya bisa ditanggung pemerintah. Tapi kalau termasuk desil 6 sampai 10, maka harus mandiri,” jelas Zen. Ia juga mengingatkan bahwa mengaktifkan BPJS jauh lebih hemat daripada menanggung biaya pengobatan secara pribadi.
Melalui pendekatan holistik, program ini diharapkan tidak hanya menjangkau kebutuhan fisik para lansia, tetapi juga memperkuat dukungan sosial dan emosional. Pemkab Tasikmalaya menekankan bahwa ASN bukan hanya birokrat, tapi bagian dari masyarakat yang harus hadir dan peduli.
Masyarakat yang ingin terlibat atau membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Dinas Sosial atau perangkat desa setempat. (Sari/infopriangan.com)

