Pemkot Banjar Hadiri Panen Raya di Sukamukti

infopriangan.com, BERITA BANJAR. Pemerintah Kota Banjar terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan. Salah satunya dengan menghadiri Panen Raya Padi di areal pesawahan Desa Sukamukti, Kecamatan Pataruman, Senin (7/4/2025). Panen ini menjadi bagian dari gerakan nasional yang digelar serentak di 14 provinsi se-Indonesia dan dipusatkan di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.

Wali Kota Banjar, Sudarsono, didampingi Wakil Wali Kota Supriana, secara langsung menyapa para petani yang ikut dalam panen raya tersebut. Ia menyebutkan bahwa hasil panen tahun ini menjadi bukti nyata keberhasilan program ketahanan pangan yang digagas pemerintah.

IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063

“Kami sangat senang melihat hasil panen padi yang sangat baik. Ini bukti bahwa program ketahanan pangan yang kami jalankan melalui dinas terkait dapat meningkatkan produksi padi. Ini langkah konkret menuju swasembada pangan,” ujar Sudarsono kepada wartawan di lokasi panen.

Sudarsono mengatakan bahwa Pemerintah Kota Banjar akan terus mendukung sektor pertanian sebagai fondasi penting kemandirian pangan. Ia mengungkapkan bahwa produksi padi di Banjar menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun ini, hasil panen mencapai lebih dari 7 ton gabah kering giling (GKG) per hektare, naik dari sebelumnya yang berkisar 6 ton per hektare.

“Peningkatan ini tak lepas dari kerja sama yang erat antara pemerintah, petani, dan perangkat daerah. Kami akan terus perkuat kolaborasi ini demi mewujudkan Banjar yang berdaya pangan,” tambahnya.

Langkah-langkah konkret juga terus dilakukan. Pemerintah, kata dia, mendorong penggunaan benih padi unggul, memberikan bantuan alat pertanian, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian melalui pelatihan dan pendampingan.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kota Banjar, Yoyon Cuhyon, dalam laporannya menyebutkan bahwa luas lahan baku padi di Banjar saat ini mencapai 3.300 hektare. Dari target produksi padi sebesar 1.200 ton, sudah terealisasi 87 persen.

“Hasil panen di Kota Banjar sudah di atas rata-rata Provinsi Jawa Barat. Rata-rata hasilnya mencapai 7 ton per hektare. Bulog juga menetapkan harga beli sebesar Rp6.500 per kilogram untuk gabah kering panen, yang tentunya memberikan angin segar bagi petani,” jelas Yoyon.

Meski demikian, tantangan di sektor pertanian tetap ada. Beberapa petani mengeluhkan soal kelangkaan pupuk bersubsidi dan harga jual yang masih fluktuatif. Pemerintah pun diminta untuk tidak sekadar hadir saat panen, tetapi juga saat para petani menghadapi kesulitan di lapangan.

Panen raya ini turut dihadiri unsur Forkopimda, perangkat daerah terkait, serta para kelompok tani. Selain menjadi ajang seremoni, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pertanian sebagai penyangga utama ketahanan pangan.

BACA JUGA: Sekda Ciamis Hadiri Panen Raya Padi Organik

Sudarsono menutup sambutannya dengan harapan agar momentum panen raya ini tidak berhenti sebagai acara simbolik, melainkan menjadi pemicu semangat baru dalam membangun sektor pertanian yang lebih mandiri dan berkelanjutan.

“Semoga panen raya ini menjadi tonggak sejarah awal peningkatan pangan di Kota Banjar. Ini bukan akhir, tapi awal dari kerja besar menuju Banjar yang mandiri, sejahtera, dan tangguh dalam menghadapi krisis pangan global,” pungkasnya. (Johan/infopriangan.com)

Bagikan dengan :
IMG-20260217-WA0014
IMG-20260226-WA0063

Tinggalkan Balasan

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan