Penanganan Covid-19 di Kabupaten Ciamis

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Penanganan Kasus Corona Covid-19 di Kabupaten Ciamis telah ada satu orang dengan status konfirmasi Covid-19 positif. Yang bersangkutan telah dilaksanakan kontak tarcing dan dilakukan pemeriksaan untuk menentukan apakah ada kecenderungan penyebaran. Rabu, (1/4/2020).

Kemudian untuk data total PDP (pasien dalam pengawasan) jumlahnya sepuluh orang. Selesai perawatan dan pengawasan tiga orang. Sedangkan enam orang lainnya masih dalam pengawasan yang di rawat di Rumah Sakit Ciamis dan banjar, bahkan ada 1 orang yang meninggal.

FB_IMG_1768568975967
FB_IMG_1768568975967

Untuk data ODP 1.057 orang, mengalami peningkatan dalam satu minggu ini, selesai pemantauan 92 orang dan masih dalam pemantauan 965 orang.

Sedangkan terkait satu orang terkonfirmasi satu orang positif Covid-19 setelah dilakukan tracing kita melakukan kajian epidemiologi, hasilnya ada kontak erat dari pasien terkonfirmasi positif.

Juru bicara PIK COVID-19 Ciamis dr Bayu Yudiawan, mengaku melakukan kontak tracing ke orang-orang yang pernah kontak erat. Selama masa inkubasi sebanyak 20 orang, dari 20 orang ini di lakukan rapid diagnostic tes dan di lakukan tes lainnya.

“Adapun terkait pasien positif Corona meninggal itu hoak tidak benar, sampai sekarang dalam keadaan stabil meski mengalami stroke kondisi usia lanjut,” jelasnya.

“Memang pasien tersebut sempat drop di karnakan HB yang rendah, setelah di laksanakan tranfusi beberapa labu darah keadaannya membaik dan bisa berkomunikasi kembali,” katanya.

Lebih lanjut, sesuai dengan kajian epidemiologi hasil belum kita dapatkan dengan pasti. Karena beparcu dengan waktu, kalau benar adanya penyebaran harus dilakukan tindak lanjut pencegahan.

“Dari kontak tracing yang dilakukan, dari beberapa orang yang kontak dengan pasien Positif COVID-19 yang terkonfirmasi tersebar di beberapa tempat. Desa asal dari pasien postif kita sudah lakukan tracing. Mulai lapis pertama dari kontak langsung dengan pasien sampai lapis ke dua dan tiga,” ungkapnya.

“Selanjutnya untuk tindak lanjut kajian epidemogi lanjutan. Apabila yang lapis pertama positif akan dilanjutkan ke kajian epidemologi lapis dua dan selanjutnya,” jelasnya.

Terkait satu jenazah yang dimakamkan sesuai protocol Covid-19 menurut dr Bayu
Info dari bidan desa tidak ada gejala COVID-19. Dimakamkan sesuai protap covid karena pulang dari zona merah.

Yang bersangkutan meninggal dari gejala yang ada tidak mengarah Covid-19 dan diklasifikasikan ke arah OTG dan komorbid atau penyakit penyerta, meninggal karena penyakit penyertanya.

“Tetapi protap sebagi tindakan kehati-hatian kita memberlakukan protap pemulasaraan jenazah Covid-19 supaya tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. Dilakukan sesuai persetujuan keluarga,” pungkasnya. (Dena A Kurnia/IP)

Bagikan dengan :
FB_IMG_1768568975967
FB_IMG_1768568975967

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan