Pendidikan Karakter Jadi Kebutuhan Mendesak di Era Kini
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Di tengah arus globalisasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, pendidikan karakter menjadi kebutuhan mendesak. Hal ini disadari betul oleh Dr. Hj. Chusna Arifah, S.Pd., M.Pd.I., seorang guru sekaligus pemikir pendidikan yang aktif mendorong pentingnya pembentukan karakter bagi generasi muda Indonesia.
Sebagai pengajar mata pelajaran Ekonomi dan Akuntansi di MAN 1 Ciamis, Dr. Chusna tak sekadar fokus pada capaian akademik siswa. Ia secara konsisten mengintegrasikan nilai-nilai karakter ke dalam proses pembelajaran, khususnya dalam penerapan Kurikulum Merdeka.
“Pendidikan karakter bukan pelengkap, melainkan fondasi. Kita sedang membangun manusia, bukan sekadar menghasilkan nilai ujian,” ujarnya dalam sebuah wawancara. Kamis, (17/7/2025).
Menurutnya, siswa harus dilatih untuk memiliki kejujuran, tanggung jawab, empati, dan semangat kerja keras sejak dini. Nilai-nilai tersebut ia tanamkan tidak hanya melalui pengajaran di kelas, tetapi juga lewat kebiasaan-kebiasaan positif yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dr. Chusna telah menerapkan sejumlah strategi untuk memperkuat pendidikan karakter. Salah satunya adalah sosialisasi ajaran baru yang menggabungkan nilai akhlak dengan budaya lokal dan kebutuhan zaman.
Dr. Chusna juga aktif mendorong pembiasaan moral dan spiritual di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. “Kebiasaan yang baik akan membentuk karakter yang kuat. Karakter yang kuat akan membawa seseorang pada ketahanan menghadapi hidup,” ungkapnya.
Selain itu, Dr. Chusna terlibat dalam pelatihan guru dan pendidikan orang tua. Ia percaya bahwa pendidikan karakter akan berhasil bila dijalankan secara kolaboratif antara sekolah dan rumah.
Tidak hanya bergerak di lapangan, Dr. Chusna juga menyalurkan gagasannya melalui tulisan. Ia telah menerbitkan sejumlah buku yang menjadi referensi penting bagi para pendidik dan praktisi pendidikan.
Salah satu bukunya berjudul “Karakter Kasidah Burdah Energi Akhlak Nabi”, mengangkat nilai-nilai luhur dari syair klasik karya Imam Al-Bushiri dan mengaitkannya dengan pembentukan karakter berbasis keteladanan Nabi Muhammad SAW.
BACA JUGA: Razia KTMDU Digelar di Banjar, Puluhan Terjaring
Buku lainnya, “Karakter dalam Akuntansi”, mengulas pentingnya integritas dan kejujuran dalam praktik profesional akuntansi. Sementara “Pendidikan Karakter dan Kepribadian Sehat” membahas hubungan antara karakter dan kesehatan mental serta emosional siswa.
Dalam berbagai kesempatan, Dr. Chusna selalu mengingatkan bahwa tantangan kehidupan jauh lebih berat dari soal ujian sekolah. Oleh karena itu, siswa harus dibekali dengan karakter kuat agar mampu bertahan dan berkembang di tengah perubahan.
“Kalau kita ingin jadi pribadi yang tangguh, kita harus membiasakan diri dengan hal-hal yang membuat kita tangguh pula,” pesannya.
Dengan dedikasi tinggi, ia terus menyuarakan bahwa pendidikan karakter bukan sekadar wacana, melainkan kebutuhan nyata yang harus ditanamkan secara konsisten dan menyeluruh demi menciptakan generasi Indonesia yang cerdas, tangguh, dan berakhlak mulia. (Eddy/infopriangan.com)

