Pengajian Mingguan Tegalsari, Perkuat Syiar Islam
infopriangan.com, BERITA GARUT. Warga Kampung Tegalsari, Desa Langensari, Tarogong Kaler, rutin menggelar pengajian mingguan sebagai bagian dari upaya memperkuat syiar Islam di lingkungan mereka. Kegiatan ini diinisiasi oleh warga secara mandiri dan telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Ketua penyelenggara pengajian, Ustadz Adi Permadi, menjelaskan bahwa pengajian ini bertujuan membangun karakter masyarakat yang lebih religius dan menjauhkan generasi muda dari pengaruh negatif zaman. Menurutnya, di tengah derasnya arus globalisasi, penting bagi masyarakat, terutama anak muda, untuk memahami ajaran Islam dengan baik agar bisa membedakan mana yang benar dan mana yang harus dihindari.
“Kami ingin generasi muda memiliki pegangan yang kuat dalam menghadapi tantangan zaman. Jangan sampai mereka terseret dalam hal-hal yang merusak, seperti narkoba, miras, atau pergaulan bebas,” ujar Ustadz Adi. Minggu, (15/02/2025).
Pengajian yang digelar setiap Minggu malam ini semakin diminati oleh warga. Awalnya, kegiatan ini hanya diikuti oleh segelintir orang. Namun, seiring waktu, jumlah jemaah terus bertambah, baik dari kalangan pemuda maupun orang tua.
Salah satu daya tarik pengajian ini adalah kehadiran ulama-ulama dari berbagai daerah yang diundang untuk memberikan tausiah. Pada pengajian kali ini, panitia menghadirkan Mama Kiai Apip, seorang ulama dari Ciamis yang dikenal dengan gaya ceramahnya yang lugas dan menyentuh. Kehadirannya disambut antusias oleh jemaah yang memadati lokasi pengajian.
Menurut Ustadz Adi, pengajian ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif akan pentingnya agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin pengajian ini menjadi wadah pembelajaran dan diskusi keagamaan. Bukan hanya mendengar ceramah, tapi juga berdialog dan mencari solusi atas berbagai permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat,” tambahnya.
Salah satu perhatian utama dalam pengajian ini adalah membina generasi muda agar terhindar dari pengaruh buruk lingkungan. Kenakalan remaja seperti konsumsi minuman keras, penyalahgunaan narkoba, hingga tawuran, menjadi masalah yang masih kerap terjadi di berbagai daerah.
Ustadz Adi menekankan bahwa pendidikan agama harus diperkuat sejak dini. Ia berharap dengan adanya pengajian ini, pola pikir anak muda bisa lebih positif dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merusak masa depan mereka.
“Kami selalu menyampaikan pesan moral dalam setiap pengajian. Harapannya, anak-anak muda yang hadir bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan menularkannya kepada teman-teman mereka,” jelasnya.
Sejumlah pemuda yang rutin mengikuti pengajian mengaku merasakan manfaatnya. Mereka merasa lebih tenang, lebih memahami ajaran agama, dan lebih mampu mengendalikan diri dalam menghadapi godaan lingkungan.
“Dulu saya sering nongkrong sampai larut malam tanpa tujuan jelas. Sekarang saya lebih memilih datang ke pengajian, belajar agama, dan bertukar pikiran dengan teman-teman,” kata salah seorang peserta pengajian.
Pengajian mingguan ini tidak hanya menjadi ajang ibadah, tetapi juga mempererat silaturahmi antarwarga. Mereka berharap kegiatan ini bisa terus berjalan dan semakin berkembang.
BACA JUGA: Audiensi Warga Purwadadi Ricuh, Utusan Dipertanyakan
Ustadz Adi menyampaikan harapannya agar pengajian ini mendapat dukungan dari berbagai pihak, baik dari masyarakat maupun pemerintah setempat.
“Kami ingin pengajian ini tidak hanya bertahan, tapi juga berkembang lebih besar. Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain untuk mengadakan kegiatan serupa,” pungkasnya.
Dengan semakin banyaknya kegiatan keagamaan seperti ini, diharapkan masyarakat, terutama generasi muda, bisa lebih memahami ajaran Islam dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dari sekadar pengajian, ini adalah gerakan untuk membangun karakter dan moral masyarakat yang lebih baik. (Yayat/infoprianga.com)

