Pengembangan Produk Holtikultura di Garut

infopriangan.com, BERITA GARUT.  Pengembangan produk holtikultura unggulan di Kabupaten Garut harus dibarengi drainase dan embung. Hal itu guna untuk menampung air sehingga tidak terjadi banjir.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan, jika tanaman holtikultura tidak dibarengi oleh drainase dan embung yang benar, itu akan menimbulkan banjir.

“Apalagi jika aliran airnya di buang ke sungai,” ucap Helmi di hadapan peserta Seminar Produk Unggulan Daerah (PUD) Kabupaten Garut Tahun 2021. Kamis, (02/12/2021).

Seminar tersebut bertemakan, Pengembangan Produk Unggulan Daerah Agribisnis Holtikultura, melalui Inovasi Smart Farming untuk mendukung perekonomian Kabupaten Garut. Acara tersebut diadakan oleh BAPPEDA (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) Garut.

Helmi berharap, dalam pengembangan produk unggulan holtikultura tersebut, dapat mempertimbangkan berbagai aspek yang dimiliki oleh Kabupaten Garut.

Salah satunya budaya bertani yang harus dikembangkan, yaitu Kabupaten Garut sebagai daerah konservasi, kemudian sebagai daerah rawan bencana serta banyaknya pegunungan. Selain itu petani di Kabupaten Garut juga masih konvensional dan tradisional.

Sebagai daerah yang memiliki lebih dari 81% wilayah konservasi, seharusnya mendapatkan kompensasi dari Pemerintah Pusat maupun Provinsi. Dimana Kabupaten Garut memiliki sumber air yang dialirkan ke lima Kabupaten melalui Sungai Cimanuk.

Wabup juga menjelaskan, Kabupaten Garut memang merupakan daerah pertanian. Sehingga jika berbicara produk unggulan, tentu harus disesuaikan dengan kondisi daerah Garut sendiri.

Kepala BAPPEDA Kabupaten Garut Agus Ismail menuturkan, area perekonomian Kabupaten Garut berada pada sektor perekonomian dan pariwisata.

“Meskipun sektor lain mendapat peningkatan dalam persen PDRB (Produk Domestik Regional Bruto),” jelas Agus.

BACA JUGA: Karang Taruna Kecamatan Pamarican Gelar Rapim

Sektor pertanian harus tetap menjadi unsur utama yang di dukung oleh sektor-sektor lain.

Agus mengatakan, bahwa sektor pertanian sekarang ini masih memiliki potensi yang sangat besar untuk kemajuan pertumbuhan ekonomi Garut. Bahkan sampai dengan hari ini, PDRB dari sektor pertanian masih berkisar pada angka 37,97% atau 38%. (Yayat/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan