Penjaringan Calon Ketua PGRI Ciamis Telah Rampung
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Tahapan penjaringan bakal calon ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Ciamis untuk Konferensi Kabupaten (Konkab) 2025 telah selesai dilaksanakan. Panitia penjaringan menyebutkan bahwa sebanyak tujuh nama telah terjaring, namun dua kandidat disebut-sebut mendominasi dukungan.
Ketujuh nama bakal calon ketua (F1) yang diusulkan oleh cabang dan ranting PGRI di antaranya adalah Edi Rusyana, Aris Gunanto, Nanang Heryanto, Syarifudin, Emed Karmedi, Amir Kusmaya, dan Iwa Rustiawan. Namun dari hasil rekapitulasi dukungan, dua nama Edi Rusyana dan Aris Gunanto menonjol sebagai calon terkuat.
“Proses penjaringan sudah rampung. Seluruh berkas usulan telah diverifikasi, dan hasilnya kini disiapkan untuk diserahkan ke tahap berikutnya,” ujar Sekretaris PGRI Ciamis, Mumu, saat ditemui di Wisma PGRI Ciamis, Selasa (10/6/2025).
Menurut Mumu, Edi Rusyana berhasil memperoleh dukungan dari 20 cabang dan ranting, sedangkan Aris Gunanto mendapat dukungan dari 18 cabang dan ranting. Jumlah suara sah untuk Konkab mencapai 794, yang terdiri dari cabang khusus, ranting, dan cabang tingkat kecamatan.
Dengan dominasi tersebut, publik internal PGRI mulai membaca arah kekuatan dan potensi pemimpin baru yang akan membawa PGRI Ciamis lima tahun ke depan. Namun, Mumu menekankan bahwa hasil akhir masih akan ditentukan melalui tahapan selanjutnya.
“Siapa yang benar-benar siap maju akan dikonfirmasi dalam Sidang Pleno V yang dipimpin oleh pengurus PGRI Jawa Barat. Di sana akan diputuskan siapa saja yang akan tetap maju atau memilih mundur,” kata Mumu.
Mumu juga menegaskan bahwa panitia penjaringan hanya berwenang menerima dan memverifikasi usulan dari cabang dan ranting.
“Kami tidak bisa mengintervensi keputusan pribadi para kandidat. Tugas kami selesai saat hasil penjaringan diserahkan,” tambahnya.
Selain kursi ketua, penjaringan juga mencakup bakal calon wakil ketua (F2) dan jajaran pengurus lainnya. Panitia menyebut ada sekitar 15 nama yang terjaring untuk posisi F2. Menariknya, dua di antaranya adalah perempuan sebuah sinyal kuat bahwa PGRI mulai memberi ruang lebih luas terhadap kesetaraan gender di tubuh organisasinya.
Setelah ketua definitif terpilih dalam Konkab, tahap berikutnya adalah pembentukan struktur pengurus harian. Proses ini dilakukan oleh tim formatur yang terdiri dari ketua terpilih, empat wakil ketua, dan ketua PGRI Ciamis periode sebelumnya. Formatur ini akan menentukan komposisi pengurus harian termasuk posisi strategis seperti bendahara dan kepala-kepala bidang.
Meski secara administratif tahapan berjalan lancar, sejumlah suara kritis dari kalangan internal menyuarakan perlunya transparansi lebih dalam proses seleksi. Beberapa ranting menilai bahwa komunikasi antartingkat kepengurusan perlu diperbaiki agar tak hanya didominasi oleh kelompok tertentu.
“Kita ingin pemimpin yang tidak sekadar populer di atas kertas, tapi juga mampu menjembatani kebutuhan guru di lapangan,” ujar salah satu pengurus ranting.
Menanggapi hal itu, Mumu menyatakan bahwa sistem yang digunakan sudah berdasarkan AD/ART PGRI 2024, yang mengatur tata cara pengusulan secara demokratis. “Jika ada masukan soal mekanisme, itu bisa dibahas di forum Konkab,” ujarnya.
BACA JUGA: Agun Gunanjar Lakukan Reses dan Konsolidasi Golkar
Konkab PGRI Ciamis dijadwalkan akan digelar pada 30 Juni – 1 Juli 2025. Saat ini panitia tengah menyiapkan laporan akhir penjaringan dan menyerahkannya kepada panitia pelaksana selanjutnya.
“Proses demokrasi ini bukan soal menang atau kalah, tapi soal menghasilkan pemimpin terbaik bagi guru-guru Ciamis,” tegas Mumu.
Panitia berharap melalui proses yang ketat namun fair ini, PGRI Ciamis dapat melahirkan kepemimpinan baru yang responsif terhadap dinamika pendidikan dan tantangan profesionalisme guru. (Kusmana, infopriangan.com)

