Perempuan Banten Terlantar Dua Hari di Terminal Banjar
infopriangan.com, BERITA BANJAR. Di tengah lalu lintas manusia yang hilir mudik di Terminal Tipe A Kota Banjar, pemandangan berbeda sempat menyita perhatian. Seorang perempuan muda bernama Sunariah (28), warga Lebak, Banten, ditemukan terlantar selama dua hari tanpa kepastian arah perjalanan.
Wajah letih, tatapan kosong, serta sikap bingung yang ditunjukkannya membuat banyak orang bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Sunariah memulai perjalanannya dari Surabaya dengan tujuan pulang ke kampung halamannya di Banten. Namun, dalam perjalanan ia kerap diturunkan di setiap terminal, hingga akhirnya terhenti di Kota Banjar. Tanpa bekal dan kondisi mental yang diduga terganggu, ia tidak bisa melanjutkan perjalanan.
Ketua Jabar Bergerak Kota Banjar, Ari Faturohman, menuturkan pihaknya segera turun tangan begitu menerima laporan dari pengelola terminal.
“Begitu mendapat laporan, saya langsung menginstruksikan relawan untuk mencari dan memastikan kondisinya,” ujarnya.
Relawan Jabar Bergerak Kota Banjar, Imas Permasih, mengisahkan kondisi Sunariah saat pertama kali ditemui cukup memprihatinkan.
“Beliau sangat sulit diajak komunikasi, tampak seperti mengalami depresi. Alhamdulillah setelah berkoordinasi dengan Polsek Banjar dan Dinas Sosial P3A, akhirnya kami bisa memberikan pendampingan,” kata Imas saat dihubungi melalui telepon. Minggu, (24/08/2025).
Proses pendampingan dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Relawan berusaha menenangkan Sunariah agar mau diajak berbicara dan mengikuti arahan.
Setelah kondisi lebih stabil, ia kemudian difasilitasi untuk kembali ke kampung halaman. Kepulangan Sunariah menggunakan bus tujuan akhir Banten, dengan pengawalan agar ia benar-benar sampai di rumah keluarganya.
Data identitas menunjukkan bahwa Sunariah merupakan warga Kampung Jatiwaras, Desa Cilabgkahan, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, Banten.
Dalam KTP yang ditunjukkan, alamat lengkap beserta RT/RW tertera jelas, sehingga memudahkan proses pemulangan.
Apresiasi juga disampaikan kepada jajaran Polres Banjar dan Dinas Sosial P3A yang ikut berperan dalam membantu memfasilitasi kepulangan Sunariah. Sinergi antar lembaga menjadi kunci penting dalam penyelesaian kasus sosial seperti ini.
Kejadian yang menimpa Sunariah menjadi potret nyata bahwa persoalan kesehatan mental masih sering terabaikan.
Depresi, yang sering dianggap sepele, nyatanya bisa berdampak besar pada kehidupan seseorang. Banyak kasus di mana penderita depresi kehilangan arah, tidak mampu mengendalikan keputusan, hingga berujung pada situasi yang membahayakan dirinya sendiri.
BACA JUGA: Jalan Santai Tutup Meriah HUT RI ke-80 Pataruman
Laporan cepat dari warga dan pengelola terminal telah membuka jalan bagi Sunariah untuk kembali menemukan keluarganya. Tanpa perhatian tersebut, bukan tidak mungkin ia akan terus terlantar tanpa ada yang tahu kapan perjalanan pulangnya akan berakhir.
Kisah ini juga memberi pesan bahwa uluran tangan sesama tidak hanya meringankan beban, tetapi bisa menyelamatkan hidup seseorang.
“Kami hanya berharap agar tidak ada lagi orang yang menanggung derita sendirian di sudut-sudut kota,” pungkasnya salah seorang relawan. (Johan, infopiangan.com)

