Pesta Rakyat Pernikahan Maula Karlina Tewaskan Tiga Orang

infopriangan.com, BERITA GARUT. Pesta rakyat dalam rangkaian pernikahan Maula Akbar Mulyadi, putra sulung Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, dengan Putri Karlina, Wakil Bupati Garut, berakhir tragis. Sedikitnya tiga orang dilaporkan meninggal dunia, termasuk anak-anak, dalam insiden desak-desakan massa yang tak terkendali di kawasan Alun-Alun Garut, Jumat (28/07/2025) siang.

Acara hiburan dan kuliner gratis yang digelar di Lapang Otista selepas salat Jumat itu menarik ribuan warga dari berbagai wilayah. Namun, antusiasme massa yang membludak justru berubah menjadi kepanikan ketika pengunjung mulai saling dorong, terutama di area kuliner gratis yang disebut didatangkan dari 25 kabupaten/kota se-Jawa Barat.

Seorang pedagang makanan di sekitar alun-alun, Agus Sulaeman, mengaku menyaksikan langsung situasi yang mencekam itu.

“Massa sudah padat sejak selesai salat Jumat. Banyak yang dorong-dorongan, apalagi di dekat tenda makanan gratis. Banyak yang jatuh, terinjak,” katanya.

Agus juga menyebut bahwa ambulans hilir mudik membawa korban. “Saya melihat sendiri ambulans datang dan pergi beberapa kali,” ujarnya.

Salah satu korban meninggal adalah Vania Aprilia, seorang anak yang datang bersama ibunya, Mela Puri. Di RSUD Dr. Slamet Garut, Mela tak kuasa menahan tangis saat mengetahui anaknya tak tertolong. “Ya, anak saya meninggal,” ucapnya singkat dengan suara bergetar.

Pantauan di rumah sakit memperlihatkan dua jenazah telah dibawa menggunakan ambulans, termasuk jenazah Vania. Belum ada informasi resmi mengenai identitas korban lain yang meninggal maupun jumlah korban luka atau pingsan yang mendapat perawatan.

Menanggapi peristiwa ini, Jajang Nurjaman, Ketua Aliansi Pemuda Akhir Zaman Garut yang akrab disapa Abah Muda, mendesak agar ada pihak yang bertanggung jawab.

“Ini menyangkut nyawa manusia. Tidak bisa dibiarkan. Harus ada yang bertanggung jawab atas kelalaian ini,” tegasnya.

Jajang juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus ini dan siap mengawal hingga tuntas. Ia menilai penyelenggara kegiatan gagal mengantisipasi potensi kericuhan dalam acara berskala besar seperti itu.

BACA JUGA: Aksi Ekologi Tutup MPLS SMAN 1 Mangunjaya Pangandaran

Sementara hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi baik dari panitia penyelenggara, pemerintah daerah, maupun keluarga besar kedua mempelai. Pihak kepolisian dari Polres Garut telah turun tangan dan tengah melakukan penyelidikan.

Peristiwa ini menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Garut dan menjadi alarm keras tentang pentingnya manajemen kerumunan dan keselamatan publik dalam setiap kegiatan yang melibatkan massa besar. Harapan publik kini tertuju pada transparansi penanganan kasus dan pertanggungjawaban dari pihak yang berwenang. (Liklik/info Priangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan