Petani Keluhkan Fasilitas Pertanian Rusak

infopriangan.BERITA CIAMIS. Petani di Desa Purwajaya, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat keluhkan beberapa fasilitas pertanian yang rusak. Rusaknya fasilitas itu diduga akibat adanya pembangunan yang di lakukan PT Deposindo beberapa waktu yang lalu.

Petani sebut, terdapat beberapa fasilitas pertanian yang sebelumnya bagus dibangun pemerintah desa seperti Jalan Usaha Tani (JUT) dan saluran irigasi kini kondisinya sangat memprihatinkan

Tidak hanya itu, para petani juga menyoroti hasil pekerjaan saluran irigasi yang kini kembali rusak. Diduga pengerjaan yang dilakukan oleh pemborong asal-asalan.

Menurut Ketua Kelompok Tani Sudiwarno dengan adanya pembangunan beberapa waktu lalu bukanya fasilitas menjadi baik, justru fasilitas petani di daerah itu rusak.

“Coba lihat TPT yang di bangun pemerintah desa di beberapa titik, rusak akibat kendaraan yang membawa material. Jelas kami para petani sangat dirugikan. Selain itu ada sekitar 240 meter untuk pengerjaan lantai, dan sampai saat ini belum ada pengerjaan lagi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Purwajaya, Sanen Nurdin sangat menyayangkan dengan adanya pekerjaan itu. Karena menurutnya, akibat adanya pembangunan itu bukanya petani di untungkan justru dirugikan.

“Sebenarnya dulu sempat ada komunikasi dengan pihak rekanan bahwa mereka siap memperbaiki bangunan yang rusak tersebut. Kami berharap pihak rekanan bertanggungjawab untuk memperbaiki,” ungkapnya.

Sanen menambahkan, selain meninggalkan kerugian bagi desa, pihak rekanan juga meninggalkan janji kepada Kelompok Tani terkait biaya pompanisasi saat pembangunan tersebut di mulai.

“Pada saat itu kondisi padi di sedang memasuki usia padi mekar atau sudah berisi, sehingga sangat membutuhkan air yang cukup sedangkan saluran air ke wilayah pertanian disini di tutup total, sehingga petani terpaksa harus menggunakan pompanisasi untuk mengairi area pesawahan, bahkan penggunaan pompa air pada saat itu sekitar dua bulanan sehingga membutuhkan biaya yang sangat besar,” jelasnya

Sanen juga mengatakan, untuk menggunakan pompa air pihak rekanan pernah berkata akan membantu biaya operasional sewa alat tersebut. Namun hingga usai pelaksanaan pompanisasi pihak rekanan tak pernah memberikan bantuan apapun.

BACA JUGA: Dituduh Jadi Beking, Kalakay Akan Melaporkan Penulis Berita Ke Polisi

“Yang jadi aneh buat kami, selain Desa Purwajaya, ada juga Desa Karang Paningal serta Purwadadi yang di janjikan untuk membantu biaya operasional pompanisasi. Kedua desa itu menerima bantuan, tapi kenapa desa kami tidak,” ujarnya.

Senen juga menjelaskan ada sekitar Rp. 30.000.000 petani menggunakan uang pembelian BBM jenis solar. Hingga berita ini di buat, belum ada klarifikasi dari pemborong PT Deposindo sebagai pemenang tender mengenai adanya permasalahan tersebut. (Rizky/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan