PGRI Banjaranyar Tegaskan Arah Baru Organisasi Guru

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Konferensi Cabang (Koncab) PGRI Banjaranyar yang digelar di SDN 1 Sindangrasa pada 5 Desember 2024 menjadi momentum penting bagi organisasi guru di Kecamatan Banjaranyar. Forum lima tahunan ini kembali digelar untuk mengarahkan pembaruan organisasi dan memperkuat solidaritas profesi di tingkat kecamatan. Panitia menyebut kegiatan ini sebagai titik evaluasi sekaligus penegasan arah gerak PGRI ke depan.

Dalam forum tersebut, delapan ranting PGRI mengusulkan tiga bakal calon ketua. Nama-nama yang muncul adalah Sodirin selaku Korwil Pendidikan Banjaranyar, Hasan sebagai Pengawas Banjaranyar, serta Eman Sulaeman yang kini menjabat K3S Banjaranyar. Total ada 31 hak suara dari perwakilan ranting yang hadir. Namun dinamika terjadi ketika dua calon, yakni Sulaeman dan Hasanudin, menyatakan mundur dari pencalonan. Padahal, menurut catatan peserta, sekitar enam ranting sebenarnya mengusulkan nama Hasanudin sebagai calon kuat.

Dengan mundurnya dua calon tersebut, forum akhirnya menetapkan bahwa pemilihan dilakukan secara aklamasi. Kondisi ini menempatkan Sodirin sebagai satu-satunya calon yang tersisa dan dinyatakan sebagai ketua terpilih. Keputusan aklamasi itu, meski berjalan lancar, memunculkan catatan kritis dari sebagian anggota karena dinamika pengunduran diri yang terjadi cukup mendadak.

Ketua panitia pelaksana Koncab PGRI Banjaranyar, Sodirin, dalam sambutannya menjelaskan bahwa forum tersebut diselenggarakan karena masa bakti kepengurusan lama telah berakhir pada 2025.

“Hari ini kita memilih kepengurusan baru untuk masa bakti 2026–2030,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelaksanaan Koncab didasarkan pada Keputusan Kongres XXIII PGRI Nomor V/KONGRES/XXIII/PGRI/2024 dan Anggaran Dasar PGRI BAB XXVI Pasal 34 ayat (1) butir K, serta ketentuan peralihan pada BAB XLIII.

“Tema Koncab tahun ini adalah Guru Bermutu, Indonesia Maju dan Guru Hebat Indonesia Kuat,” lanjutnya.

Tema tersebut disebut sebagai pengingat bahwa organisasi profesi ini harus terus bergerak meningkatkan kualitas guru, memperkuat solidaritas, dan merespons tantangan pendidikan yang semakin kompleks.

Setelah ditetapkan sebagai ketua secara aklamasi, H. Sodirin, S.Pd., M.Pd. menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh anggota yang hadir di forum.

“Kami sangat berterima kasih atas kepercayaan yang telah diberikan. “Mari kita tingkatkan solidaritas dan kebersamaan. Karena seberat apa pun persoalan yang muncul, akan terasa ringan jika diselesaikan bersama,” tegasnya.

Sodirin juga mengungkapkan agenda awal kepengurusan baru. Menurutnya, evaluasi pengelolaan keuangan PGRI Banjaranyar menjadi prioritas utama. Ia mengatakan bahwa selama ini terdapat sejumlah hal yang dianggap simpang-siur dan dikhawatirkan dapat memicu perbedaan pendapat antara pengurus dan anggota.

“Ranah keuangan ini harus kita benahi agar organisasi berjalan lebih transparan dan akuntabel,” jelasnya.

BACA JUGA: Andri Soroti Dugaan Pelanggaran Pengadaan Rejasari

Dengan terselenggaranya Koncab ini, para peserta berharap munculnya semangat baru dalam tubuh PGRI Banjaranyar. Selain memperkuat organisasi, kepengurusan baru juga dituntut untuk membangun komunikasi lebih terbuka, menjaga integritas, dan memastikan setiap kebijakan yang diambil sejalan dengan kebutuhan guru di Kecamatan Banjaranyar.

Forum tersebut diakhiri dengan penegasan bahwa PGRI bukan hanya wadah profesi, tetapi garda penting dalam menjaga mutu pendidikan di daerah. Harapan besar kini bertumpu pada kepemimpinan baru untuk membawa perubahan yang lebih konstruktif dan progresif. (Kusmana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan