Pilkada Ciamis, Momentum Evaluasi Kontrak Sosial Politik HY
infopriangan.com, TELISIK OPINI. Tiap individu masyarakat Ciamis dilahirkan mempunyai tujuan, yaitu bahagia dan sejahtera dunia akhirat.
Sebagai makhluk sosial, untuk mencapai tujuan tersebut tidak bisa sendiri, individu dengan individu lain akhirnya saling mengikatkan diri dalam organisasi. Dari mulai yang terkecil (keluarga) sampai yang terbesar (negara), dimana Kabupaten Ciamis menjadi bagian organisasi negara itu.
Terkait dengan organisasi Kabupaten Ciamis, dalam perspektif teori kontrak sosial Hobbes, Rosseau & John Locke, ada kontrak sosial antara rakyat Ciamis dengan pemda (Bupati/Wabup), dimana rakyat menyerahkan sebagian kebebasannya kepada Pemda Ciamis dalam bentuk patuh pada aturan Pemda dan hirarki peraturan perundang-undangan di atasnya serta kesediaan membayar pungutan pajak, retribusi dan pungutan lainnya, dengan imbalan negara berkewajiban mensejahterakan dirinya.
Dan itulah yang kemudian menjadi visi abadi negara Indonesia yang termuat dalam pembukaan UUD 1945 “Melindungi segenap tumpah darah indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, ikut melaksanakan ketertiban dunia”.
Untuk mencapai visi itu, maka rakyat Indonesia termasuk Ciamis, sepakat memakai sistem demokrasi, dimana kekuasaan berada ditangan rakyat dan bukan sistem monarki dimana kekuasaan dipegang raja secara turun temurun dengan perangkat elit punggawanya.
Karena antitesa dari monarki, maka salah satu prinsip demokrasi adalah adanya pembatasan kekuasaan dan pemilihan pemimpin secara konstitusional melalui pemilu dan termasuk pilkada di dalamnya.
Dengan demikian, pilkada Ciamis 2024 adalah wahana rakyat Ciamis untuk membuat atau mengevaluasi kontrak sosial dengan pemimpinnya.
Kalau kontrak sosial sebelumya berupa kesejahteraan dirasakan rakyat ada peningkatan, maka sejatinya rakyat akan memperpanjang kontrak tersebut.
Tetapi kalau sebaliknya, maka kontrak akan diputus dengan tidak memilih kembali pemimpin lama dan membuat kontrak baru dengan pemimpin baru.
Regime HY yang telah memimpin Ciamis selama lima tahun sejak 2019-2024 telah membuat kontrak “Mantapnya Kemandirian ekonomi, sejahtera untuk semua”.
Maka pada pilkada 2024 ini dimana keduanya sudah mendeklarasikan akan maju kembali, rakyat Ciamis berkesempatan mengevaluasi apakah kontrak 2019-2024 dengan segala perinciannya telah mereka rasakan ketercapaiannya atau belum?.
Untuk membantu rakyat mengevaluasi kepemimpinan HY, sejatinya para kompetitor HY yang akan maju menjadi bakal calon Bupati/Wabup Ciamis turut mengkritis ketercapaian kontrak tersebut sembari mendiseminasikan kontrak yang akan mereka tawarakn kepada rakyat Ciamis selama lima tahun ke depan 2024-2029.
Sungguh bikin boring, ketika bakal calon Bupati hanya sibuk wara wiri ke sana ke mari, anjang partai sana anjang partai sini sekedar mencari temen koalisi.
Seyogyanya mereka juga sibuk mewara-wirikan konsep “Kontrak Sosial Kesejahteraan” yang akan mereka tawarkan kepada rakyat Ciamis lima tahun ke depan.
Agar rakyat bia memilih antara melanjutkan kontrak dengan HY (kalau mereka masih bersatu) atau dengan salah satunya (kalau berpisah) atau membuat kontrak baru dengan pemimpin baru selain HY.
Sejauh pengamatan penulis, bakal calon Bupati penantang HY belum ada yang mendiseminasikan konsep “Kontrak Sosial Kesejahteraan” yang akan mereka tawarkan yang mempunyai diferensiasi dengan “Kontrak Sosial Kesejahteraan” regime HY.
Hal ini tentu akan membingungkan rakyat pemilih ketika bakal calon tidak punya tawaran kontrak ataupun ketika ada kontrak ternyata sama dengan kontrak bakal calon lainnya.
Membuat kontrak sosial kesejahteraan dengan rakyat Ciamis sebenarnya sangat mudah.
Tinggal Think Tank Bakal Calon mengkonstruksi konsep kontrak tersebut yang berbeda dengan kontrak bakal calon lain, termasuk regime HY sebelumnya.
Wara Wiri kesana kemari membangun Koalisi itu bagus, tetapi Wara Wiri Sana Sini Mendiseminasikan Konsep Kontrak Sosial Kesejahteraan itu lebih bagus.
BACA JUGA: Kalahkan Labura Hebat PSGC Pastikan Lolos 32 Besar
Andaikan tidak jadi menjadi calon, konsep kontrak itu akan bermanfaat bagi masyarakat sebagai tambahan masukan dalam menjatuhkan kepada siapa kontrak itu akan diberikan.
Rakyat Ciamis menunggu, bakal calon bupati siapa yang paling duluan mendiseminasikan konsep kontrak sosial kesejahteraannya? (Endin Lidinillah)

