PKBM Puspasari Dorong Pendidikan Kesetaraan dan Keterampilan Anyaman Lidi

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) merupakan salah satu lembaga pendidikan nonformal yang berperan penting dalam memberikan layanan pendidikan kesetaraan bagi masyarakat. Lembaga ini dikelola oleh swasta atau yayasan dan berada di bawah naungan Dinas Pendidikan, dengan tujuan utama mencerdaskan kehidupan masyarakat serta meningkatkan keterampilan warga belajar.

Salah satu PKBM yang aktif menjalankan perannya adalah PKBM Puspasari yang berlokasi di Dusun Urug RT 009 RW 004, Desa Pusakasari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Lembaga Pendidikan Kesetaraan ini telah terakreditasi C dan dipimpin oleh Kepala Sekolah Maman Hilman. Saat ini, PKBM Puspasari membina sebanyak 119 peserta didik dengan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar selama enam hari kerja.

FB_IMG_1768568975967
FB_IMG_1768568975967

Keberadaan PKBM Puspasari tidak hanya berfokus pada pemberian pendidikan pengetahuan umum, tetapi juga berorientasi pada peningkatan keterampilan masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan visi lembaga, yakni terwujudnya masyarakat yang berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, dan berdaya saing melalui pendidikan kesetaraan. Untuk mewujudkan visi tersebut, PKBM Puspasari menjalankan misi menyelenggarakan pendidikan Paket C yang fleksibel dan berkualitas, membekali warga belajar dengan kecakapan hidup, serta menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat.

Salah satu pengurus PKBM Puspasari, Yayat, yang juga menjabat sebagai bendahara, menjelaskan bahwa lembaga tersebut memiliki fokus khusus pada pengembangan keterampilan kerajinan berbahan dasar anyaman lidi. Saat ditemui di ruang kerjanya,

Yayat menegaskan bahwa pembelajaran keterampilan menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di PKBM Puspasari.

“Selain memberikan pendidikan pengetahuan umum kepada siswa-siswi, kami juga mengajarkan dan membekali mereka dengan keterampilan dan keahlian tertentu. Untuk PKBM Puspasari, fokusnya adalah kerajinan piring dari bahan baku anyaman lidi,” ujar Yayat. Rabu, (28/01/2026).

Yayat menambahkan bahwa keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal ekonomi bagi warga belajar setelah menyelesaikan pendidikan. Menurutnya, pendidikan nonformal tidak hanya sebatas ijazah, tetapi juga harus mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan peserta didik.

Untuk menunjang kualitas pembelajaran, PKBM Puspasari juga menghadirkan tenaga ahli dalam bidang keterampilan. Yayat menyampaikan bahwa para tenaga ahli tersebut berperan dalam membina siswa agar menjadi individu yang kreatif dan inovatif.

“Kami menghadirkan tenaga ahli untuk membina siswa-siswi agar menjadi pribadi yang pintar, cerdas, kreatif, dan inovatif sehingga dapat bermanfaat bagi lingkungan masyarakatnya,” lanjutnya.

BACA JUGA: Pemotongan Tunjangan DPRD Dinilai Tidak Jawab Akar Masalah

Keberhasilan PKBM Puspasari juga terlihat dari capaian para lulusannya. Yayat mengungkapkan bahwa sejumlah alumni telah diterima bekerja sebagai pegawai negeri sipil maupun di perusahaan swasta. Selain itu, ada pula lulusan yang melanjutkan pendidikan ke jenjang sekolah tinggi dan universitas.

Menutup perbincangan, Yayat berharap adanya dukungan dari berbagai pihak terkait agar PKBM Puspasari dapat terus berkembang. Ia menilai dukungan tersebut sangat penting untuk menggali potensi siswa secara maksimal, sehingga PKBM Puspasari semakin maju, produktif, dan mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Ciamis. (Herman)

Bagikan dengan :
FB_IMG_1768568975967
FB_IMG_1768568975967

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan