PNS, TNI-POLRI Tidak Boleh Masuk Kampung Adat Dukuh di Garut Ini Ceritanya

infopriangan.com, BERITA GARUT.
Seperti dalam Pemilu saja. ASN, PNS dan TNI, Polri tidak boleh terlibat dalam politik praktis. Di Kampung Adat Dukuh, di Kabupaten Garut terdapat beberapa larangan adat yang tidak boleh dilanggar, salah satunya adalah PNS dan TNI-POLRI tidak boleh melakukan ziarah. Begini alasan dan ceritanya.

Seperti diceritakan juru kunci kampung Dukuh Lukmanul Hakim atau kerap dipanggil Mama Uluk. Konon pada masa kejayaan kerajaan Sumedang, terdapat seorang Kiai yang sangat terkenal pada masanya. Dia bernama Syeh Abdul Jalil.

Suatu hari, maha patih Sumedang Raga Gempol membujuk Syeh Abdul Jalil untuk menjadi Penghulu Neger (Ketua Agam).

Karena didesak, Syeh Abdul Jalil pun menerima titah sang patih dengan syarat;
– Tidak boleh melanggar syariat Islam.
– Penguasa harus bersatu dengan rakyatnya.

Suatu saat Syeh Abdul Jalil sedang menemui gurunya di Mekah Arab Saudi, terdapat kejadian yang menggegerkan di negri Sumedang. Patih Raga Gempol membunuh utusan kerajaan Banten.

Sepulang dari Mekah, Syeh Abdul Jalil merasa kecewa karena telah dikhianati atas peristiwa tersebut. Syeh Abdul Jalil pun memilih untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan melakukan perjalanan untuk menjalankan musi Agama Islam. Beliau menetap di sebuah kampung, yang sekarang disebut Kampung Adat Dukuh.

BACA JUGA: Jaga Kelestarian Ekosistem Sungai, DPRKPLH Ciamis Bentuk Kopassus

Mungkin karena patih Raga Gempol dianggap sebagai aparatur negara yang telah mengingkari janji, sampai sekarang, PNS, TNI-POLRI tidak bisa berziarah di area Maqom Karomah Kampung Dukuh.

“Kalau untuk bersilaturahmi ke Kampung Dukuh boleh-boleh saja. Hanya tidak boleh berziarah ke Maqom Karomah,” tutur mama Uluk. (Liklik Sumpena/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan