Polresta Tasikmalaya Amankan Ratusan Knalpot Bising

infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Kendati sudah berulang kali dilakukan tindakan tegas oleh pihak kepolisian terhadap pengguna kendaraan knalpot bising di wilayah Hukum Polresta Tasikmalaya tapi belum juga membuat kapok para penggunanya.

Bukan hanya sebatas tindakan, himbauan pun sudah dilakukan diberbagai tempat umum termasuk kepada para remaja agar tak gunakan knallpot bising atau racing.

Banyaknya laporan dari warga, Satlantas Polresta Tasikmalaya berhasil mengamankan 345 knalpot bising dari hasil razia beberapa waktu lalu dan kini disita petugas.

Kepala Satlantas Polresta Tasikmalaya, AKP. Bayu Tri Nugraha kepada wartawan, Jumat (25/9/2020) mengatakan knalpot bising itu dari hasil razia yang dilakukan dalam beberapa hari ini.

Penyitaan tersebut dilakukan karena sudah banyak laporan dari warga yang merasa terganggu atas suara yang dikeluarkan dari knalpot itu. Bahkan, bukan sekali saja suara knalpot menyebabkan terjadi pertikaian yang disebabkan warga merasa terganggu.

Hingga kini 345 knalpot bising yang berhasil disita. Knalpot yang disita dikumpulkan,untuk dijadikan monumen dengan tujuan mengingatkan kepada warga agar menggunakan knalpot yang sesuai aturan. Selain itu pemotor pengguna knalpot bising sadar kalau suara knalpotnya mengganggu orang lain.

“Knalpot bising juga identik dengan geng motor, yang selama ini kerap meresahkan warga Kota Tasikmalaya. Maka dari itu pihaknya terus melakukan razia terhadap kendaraan knalpot bising,” ucapnya.

Menurutnya, selain menyita knalpot tersebut, pihaknya juga memeriksa kelengkapan lainnya seperti SIM, STNK dan lainnya. Jika ada yang dilanggar maka memberikan tindakan dengan menilang pengendaranya. Sesuai aturan, knalpot bising tidak boleh digunakan di jalan raya yang bisa mengganggu ketertiban umum.

Jalan umum adalah milik bersama, maka dalam penggunaannya harus saling menghormati sesama pengguna jalan. Jangan sampai suara knalpot mengganggu kenyamanan pengguna jalan, dan warga di sekitarnya.

“Warga yang sedang ngobrol, sedang istirahat, belajar bahkan sedang beribadah jadi tidak khusyusk akibat suara knalpot. Parahnya, bisa menyebabkan pertikaian,” tuturnya.

Dikatakan Bayu, semoga seluruh elemen masyarakat, bisa saling mengingatkan untuk kebaikan bersama di jalan raya dengan tidak menggunakan knalpot bising. (Aa Fauzy/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan