Ponpes Al-Hidayah Dapat Bantuan OPOP Pemprov Jabar

infopriangan.com, BERITA CIAMIS.  Pondok Pesantren Al-Hidayah yang berada di Desa Ciulu, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat mendapatkan bantuan One Pesantren One Product (OPOP) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Bantuan sebesar Rp. 200 juta tersebut untuk pengembangan usaha gagang sapu ijuk pihak Pondok Pesantren. Dimana Ponpes mengikuti audisi dalam rangka penguatan modal perusahaan Ponpes yang diselenggarakan Pemprov Jabar.

Menurut salah seorang pengurus pesantren Al-Hidayah Karman mengatakan, program ini di terima oleh pesantren setelah mengikuti serangkaian lomba. Mulai dari tingkat Kecamatan, hingga tingkat Provinsi.

“Lomba yang diselenggarakan dalam kegiatan tersebut yaitu pengenalan produk hasil produksi yang dihasilkan oleh pesantren. Lomba mulai diselenggarakan sekitar bulan Februari tahun kemarin,” ujarnya.

“Produk yang selama ini kami produksi yaitu pembuatan gagang sapu ijuk, dan kegiatan produksi ini sebenarnya sudah berlangsung sejak tahun 2000,” jelasnya.

Karman menjelaskan, pengrajin produk ini hampir semua santri dan santriwati, ada juga penduduk setempat, sebagai bentuk pemberdayaan yang dilakukan pihak pesantren.

“Sebagian besar hasil dari penjualan produk ini yaitu untuk kebutuhan pesantren. Alhamdulillah dengan adanya bantuan ini, usaha dari pesantren ini sudah lebih berkembang,” tuturnya.

Karman juga menambahkan, awalnya pesantren menggunakan modal sendiri dalam mengusung usaha pembuatan gagang sapu ijuk tersebut. Namun setelah mendapatkan bantuan dari OPOP, saat ini pengembangan usaha pun lebih maju.

“Setiap hari kami bisa memproduksi sekitar 1.000 batang gagang sapu ijuk, dan jika bahannya tidak kurang, itu bisa lebih. Biasanya produk ini dipasarkan ke wilayah Bandung,” katanya.

Menurutnya, tujuan awal usaha ini yaitu intuk kemandirian umat di pesantren, karena saat ini pesantren juga sebagai salah satu pengembangan ekonomi.

“Setiap satu minggu sekali, santri dan santriwati melakukan pelatihan belajar praktek pembuatan produk ini. Minimal mereka kedepannya memiliki keahlian setelah nanti keluar dari pesantren ini,” ujarnya.

BACA JUGA: Forkopimda Kota Banjar Gowes Bersama

Lanjut Karman, sampai saat ini pihaknya belum memiliki rencana untuk pengembangan bentuk usaha baru yang dilakukan pihak pesantren.

“Untuk sementara ini kami pihak pesantren, fokus melakukan pengembangan dalam pembuatan produk ini saja dulu, dan belum memiliki rencana lain untuk usaha lain,” pungkasnya. (Rizky/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan