Potensi Wisata Jagabaya Besar, Tapi Tak Terurus
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Potensi wisata Desa Jagabaya, Kecamatan Panawangan, Kabupaten Ciamis, masih belum tergarap maksimal. Padahal, desa ini memiliki berbagai situs sejarah, budaya, dan potensi alam yang bisa menjadi sumber pendapatan bagi masyarakat.
Kepala Desa Jagabaya, Nana, menegaskan bahwa hingga kini belum ada perhatian serius dari pemerintah, meskipun status wisata desa tersebut telah memiliki Surat Keputusan (SK) resmi sejak dua tahun lalu.
“Kami sudah memiliki SK wisata sejak dua tahun lalu, tapi sampai sekarang belum ada perhatian dari pemerintah, terutama Dinas Pariwisata. Tidak ada bantuan, pembinaan, atau petunjuk pengelolaan yang jelas,” ujar Nana.
Desa Jagabaya dikelilingi oleh gunung-gunung yang menyimpan nilai sejarah dan spiritual. Beberapa lokasi di desa ini dipercaya sebagai situs keramat dan sering dikunjungi oleh peziarah. Namun, karena belum ada pengelolaan yang baik, kegiatan wisata di lokasi ini hanya sebatas aktivitas ziarah, tanpa dampak ekonomi yang signifikan bagi warga sekitar.
“Saat ini, yang mendapatkan manfaat ekonomi hanya para juru kunci. Padahal, kalau dikelola dengan baik, wisata religi ini bisa memberikan pemasukan bagi desa,” kata Nana.
Selain wisata religi, Jagabaya juga memiliki potensi wisata alam yang besar. Salah satunya adalah Bukit Cikulak, sebuah kawasan seluas 2,7 hektare yang memiliki pemandangan alam indah dan cocok untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alam, bumi perkemahan, dan wisata religi.
“Kami sedang mengembangkan wisata alam di Bukit Cikulak. Lahannya cukup luas dan sangat memungkinkan untuk dibuat camping ground. Sayangnya, pengembangannya masih terkendala infrastruktur dan minimnya perhatian pemerintah,” ungkap Nana.
Menurutnya, infrastruktur jalan di dalam desa memang sudah cukup baik, tetapi akses menuju lokasi wisata masih perlu pembenahan agar lebih mudah dijangkau wisatawan.
Jagabaya terletak sekitar tiga kilometer dari pusat Kecamatan Panawangan dan bisa ditempuh dalam waktu 15 menit menggunakan kendaraan. Lokasi desa ini juga berada di jalur strategis yang menghubungkan Kabupaten Ciamis dengan Kabupaten Kuningan melalui Desa Bangunjaya. Namun, belum memanfaatkan potensi ini dengan baik karena kurangnya promosi dan infrastruktur penunjang wisata.
“Lokasi kami strategis, tapi masih banyak orang yang tidak tahu tentang wisata di Jagabaya. Kalau pemerintah membantu dalam promosi dan perbaikan akses, wisata di sini pasti berkembang,” ujarnya.
Nana menegaskan bahwa desa membutuhkan perhatian serius dari pemerintah daerah agar potensi wisata ini dapat mengelola dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pemerintah Desa Jagabaya berharap Dinas Pariwisata Kabupaten Ciamis lebih aktif dalam memberikan dukungan terhadap pengembangan wisata desa. Tidak hanya sekadar memberikan SK, tetapi juga mendampingi desa dalam mengembangkan dan memasarkan wisata yang ada.
“Kami butuh bimbingan dan dukungan dari pemerintah. Minimal ada petunjuk pengelolaan atau bantuan anggaran untuk pengembangan wisata. Tanpa dukungan itu, sulit bagi desa untuk bergerak sendiri,” kata Nana.
Ia juga menekankan bahwa wisata yang berkembang di desa akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja, pengelolaan wisata yang baik juga bisa meningkatkan pendapatan asli desa (PADes).
BACA JUGA: Bank Galuh Luncurkan SIMARMAS GO, Arisan Modern
“Kalau wisata maju, warga bisa mendapatkan manfaat ekonomi, mulai dari usaha kuliner, penginapan, hingga jasa transportasi. Tapi kalau tidak ada perhatian dari pemerintah, potensi ini hanya akan terbengkalai,” tegasnya.
Desa Jagabaya memiliki semua syarat untuk menjadi destinasi wisata unggulan di Ciamis, mulai dari wisata alam, religi, hingga sejarah. Namun, tanpa perhatian dan dukungan yang memadai, potensi ini sulit berkembang. Kini, pemdes dan masyarakat hanya bisa berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan, memberikan bimbingan, serta membantu mewujudkan Jagabaya sebagai desa wisata yang sesungguhnya. (Agus/infopriangan.com)

