PSBB Persial di Kota Tasikalaya Diperpanjang

infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) parsial di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, di perpanjang hingga 29 Mei 2020 mendatang. Namun terkesan tidak ada perubahan. Karena kerumunan warga hingga Rabu siang masih terlihat di pusat perbelanjaan.

Berdasarkan pantauan Kesatuco, di pusat pertokoan Jalan HZ Mustofa, Kota Tasikmalaya, sejumlah warga masih banyak yang berkerumun untuk berbelanja.

IMG-20260217-WA0014

Sementara di sisi lain, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya mencatat, angka kasus positif terus bertambah meski PSBB diberlakukan.

Seperti di Jalan HZ. Mustofa, Kota Tasikmalaya, masih di temukan warga berkerumun. Meski kawasan itu tak boleh dilalui kendaraan bermotor selama PSBB.

Mereka seolah tak peduli dengan anjuran pemerintah untuk tetap di rumah. Warga, meski umumnya memakai masker, tetap keluar rumah untuk berbelanja.

Salah seorang pengunjung kawasan itu, Angga (30) mengaku sengaja pergi ke pusat pertokoan di Jalan HZ Mustofa untuk persiapan Lebaran. Ia bersama istrinya, selain mencari bahan makanan sekaligus membeli pakaian.

“Sudah biasa saja setiap mau Lebaran ke HZ,” kata dia.

Ia mengaku tahu dengan situasi pandemi Covid-19 dan penerapan PSBB di Kota Tasikmalaya. Karena itu, ketika keluar ia bersama istrinya selalu mengenakan masker.” Yang penting sebisa mungkin jaga jarak,” kata dia. 

Sementara itu, salah seorang pedagang kaki lima di kawasan tersebut, Yayan (38 ) mengatakan, toko-toko dan pedagang kaki lima memang masih banyak yang beroperasi, bahkan sejak awal PSBB diberlakukan. Namun, umumnya pedagang “kucing-kucingan” dengan petugas. 

“Habis mau bagaimana? Kalau kita tak jualan, tak dapat uang,” kata lelaki yang menjajakan barang berupa topi, masker, dan berbagai aksesoris busana lainnya.

Meski tetap bejualan, ia mengatakan, pendapatannya pada Ramadhan kali ini sangat jauh berkurang jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Ia menyebut, pendapatannya berkurang hingga 75 persen. 

“Tahun kemarin, jelang Lebaran mah di sini pasti penuh. Kalau sekarang, ya seperti ini saja,” kata dia.

Hal yang sama di katakan pedagang lain, Agus (47) mengatakan adanya pandemi Covid-19 membuat barang dagangannya banyak yang tak laku. Padahal, ia sudah lama menyetok barang untuk dijual pada momen Lebaran.

“Karena kondisinya seperti ini, ya mau bagaimana lagi,” kata pedagang pakaian di pinggir jalan itu.

Ia berharap, pandemi Covid-19 dapat segera teratasi. Dengan begitu, penghasilannya sebagai pedagang bisa kembali normal.

Berdasarkan hasil evaluasi PSBB, Jawa Barat, Kota Tasikmalaya, masuk dalam kategori level 4 (berat) atau zona merah. Penambahan kasus positif Covid-19 tetap terjadi meski PSBB dilaksanakan. 

Hingga Rabu siang (20/5/2020) tercatat 41 pasien positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya. Sebanyak 23 orang terkonfirmasi melalui Tes Swab dan 18 melalui uji cepat atau Rapid Test. Dari total 41 kasus positif, 11 orang dinyatakan sembuh, 27 masih dalam perawatan, dan tiga orang meninggal dunia. (Aa Fauzy/IP)

IMG-20260217-WA0014

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan