PSGC Selamat dari Kekalahan, Tornado FC Kecewa
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. PSGC Ciamis nyaris menelan kekalahan di kandang sendiri saat menghadapi Tornado FC dalam lanjutan kompetisi Liga 3. Sempat tertinggal lebih dulu lewat gol Feri Aman Saragih pada menit ke-35, PSGC akhirnya bisa menyamakan kedudukan melalui Seprian Rixi Lasut di masa injury time. Skor 1-1 mengakhiri laga yang berlangsung ketat dan penuh tekanan.
Muhammad Yuda, kiper Tornado FC, mengaku sangat bersyukur atas hasil imbang ini meskipun timnya sempat unggul lebih dulu. Ia menegaskan bahwa kunci permainan Tornado FC adalah motivasi tinggi yang terus ditanamkan sejak awal laga.
“Tidak ada rahasia khusus. Kami hanya menanamkan motivasi bahwa kalau ingin lolos ke final, kami harus bisa mencuri poin di kandang lawan. Saya juga mengingatkan pemain bahwa sebelumnya kami kalah dan seri, jadi sekarang harus menang,” ungkap Yuda.
Namun, ia juga tidak menampik bahwa timnya kehilangan fokus di menit-menit akhir pertandingan.
“Sebenarnya kami sudah unggul dan tinggal menjaga permainan, tapi akhirnya kebobolan di injury time. Itu menjadi pelajaran penting bagi kami,” tambahnya.
Pelatih Tornado FC juga menegaskan bahwa timnya sudah belajar dari hasil buruk di pertandingan sebelumnya. Kekalahan dan hasil imbang membuat tim harus melakukan evaluasi dan meningkatkan motivasi pemain.
“Kami memang kalah dan seri sebelumnya, jadi jelas harus ada perbaikan. Tapi tanpa semangat juang yang tinggi, evaluasi tak akan ada gunanya,” katanya.
Menurutnya, motivasi pemain menjadi faktor yang paling menonjol di laga ini. “Kami tahu menghadapi PSGC di kandangnya tidak mudah, tapi motivasi itulah yang membuat kami bisa mendapatkan poin,” tambahnya.
Di sisi lain, pelatih PSGC, Heri Kiswanto, menyoroti permainan anak asuhnya yang kurang tenang dalam menghadapi tekanan. Ia mengakui bahwa timnya sedikit kehilangan ritme permainan, terutama di babak pertama.
“Kami agak lambat di awal pertandingan, akibatnya Tornado FC bisa mencetak gol lebih dulu. Sebenarnya peluang kami lebih banyak, tapi eksekusi tidak berjalan maksimal,” ujar Heri.
Ia juga menyoroti bagaimana tekanan dari penonton mempengaruhi mental para pemain PSGC.
“Selama ini kami bermain tanpa penonton, lalu tiba-tiba stadion penuh. Ini mungkin menjadi faktor yang membuat beberapa pemain tertekan dan kurang percaya diri,” jelasnya.
Namun, ia memastikan bahwa timnya akan segera berbenah. “Sepak bola itu evaluasi terus-menerus. Kami akan perbaiki kelemahan, terutama dalam menjaga konsistensi permainan dari awal hingga akhir laga,” tegasnya.
Salah satu pemain PSGC, Herkules, mengakui bahwa timnya sempat kesulitan beradaptasi dengan atmosfer pertandingan yang penuh tekanan. Ia menyebut bahwa beberapa rekannya terlihat grogi karena belum terbiasa bermain di depan ribuan suporter.
“Di Solo kami main tanpa penonton, jadi ketika di sini suporter begitu antusias, ada beberapa pemain yang tertekan dan kurang percaya diri,” kata Herkules.
Namun, ia menegaskan bahwa timnya akan segera bangkit. “Kami akan belajar dari pengalaman ini. Insya Allah di laga tandang nanti, kami akan berusaha mencuri poin,” ujarnya optimistis.
Dengan hasil ini, PSGC harus segera melakukan evaluasi sebelum menghadapi laga berikutnya pada 21 Februari mendatang. Sementara Tornado FC bisa sedikit bernafas lega setelah membawa pulang satu poin dari kandang lawan.
BACA JUGA: SPP Desak DPRD Banjar Usut Intimidasi Petani
Namun, satu hal yang pasti, pertandingan ini menunjukkan bahwa kedua tim sama-sama memiliki potensi besar. Tornado FC telah membuktikan bahwa mereka bisa mencuri poin di kandang lawan, sementara PSGC harus belajar untuk lebih tenang dan percaya diri dalam menghadapi tekanan.
Laga berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnya bagi PSGC. Jika ingin tetap bersaing, mereka harus segera memperbaiki kelemahan dan memastikan tim lebih siap, baik secara taktik maupun mental. (Eddy/infopriangan.com)

