Puluhan Pemuda Banjaranyar Audiensi Terkait BPNT
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Puluhan pemuda yang terdiri dari beberapa desa di Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat menggelar audiensi bersama Tikor, serta TKSK.
Mereka ingin mengetahui terkait mekanisme penyaluran program BPNT melalui E-Warung di Aula Kantor Kecamatan Banjaranyar.
Kedatangan para pemuda tersebut mengatas namakan karang taruna se-Kecamatan Banjaranyar. Selain menanyakan proses penyaluran BPNT, mereka juga membahas terkait masalah adanya dugaan praktek monopoli. Yang dilakukan beberapa pihak tentang pengadaan komoditi di e-warung saat proses penyaluran program BPNT.
Apalagi selama ini tidak bisa masuknya hasil bumi yang dihasilkan warga dibeberapa wilayah di kecamatan tersebut untuk dipasarkan ke e-warung. Dengan berbagai alasan yang menjadi salah satu faktor mereka menggelar audiensi.
Ketua Karang Taruna Kecamatan Banjaranyar, Asep mengatakan selama ini di wilayah Kecamatan Banjaranyar, warganya notabene memiliki profesi sebagai petani, peternak serta berkebun.
Mereka mempertanyakan mengapa sangat sulit menjual hasil bumi mereka ke e-warung untuk dipasarkan ke para KPM penerima BPNT.
“Padahal keberadaan program tersebut, bisa menjadi salah satu faktor pendongkrak ekonomi warga di setiap wilayah khususnya di Kecamatan Banjaranyar,” ungkapnya.
Asep mengatakan, pihaknya meminta kepada para agen e-warung untuk bisa memasukan komoditi yang nantinya akan di pasarkan kepada para KPM program BPNT.
Menurutnya hal itu bisa dikategorikan sebagai salah satu bentuk pemberdayaan kepada masyarakat.
“Meski saat ini baru beberapa agen yang bersedia menerima permintaan kami. Rencananya kami juga akan melakukan kegiatan serupa dikarenakan masih ada agen yang tidak datang,” terangnya.
Asep menambahkan, dalam kegiatan audiensi tersebut dari jumlah sekitar 16 agen e-warung yang ada di Kecamatan Banjaranyar, hanya ada delapan orang pemilik agen yang hadir.
“Kami juga belum tahu alasannya mereka tidak hadir apa. Namun yang jelas kami akan terus menyuarakan keinginan kami untuk bisa menjadi suplayer komoditi dalam program BPNT,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Forum BPD se-Kecamatan Banjaranyar, Herna Suganda mengatakan, sebelumnya dirinya mengaku kedatangan beberapa anggota karang taruna dari berbagai desa di Kecamatan Banjaranyar.
Lanjutnya, mereka datang membahas terkait permintaan mereka menjadi suplayer komoditi dalam program BPNT.
“Karena itu bukan ranah kami, makanya kami menyarankan mereka untuk melakukan pembicaraan secara khusus dengan para agen dengan di fasilitasi oleh Tikor Kecamatan,” terangnya.
BACA JUGA: Pemkab Garut Siap Dukung Siaran TV Digital
Sementara itu, Tikor Kecamatan Banjaranyar, Dede Hendra mengatakan, pihaknya hanya sebatas memfasilitasi antara para agen dan karang taruna terkait permintaan mereka.
“Jadi sebenarnya itu dikembalikan lagi kepada para agen. Jika mereka setuju dengan pemintaan para karang taruna, kami dari tikor mendukung saja. Karena tugas dari tikor kecamatan hanya memantau saat proses penyaluran,” pungkasnya. (Rizky/IP)

