Puluhan Tahun Jalan Rusak di Bantar Caringin Cisompet Terabaikan
infopriangan.com, BERITA GARUT. Warga Kampung Bantar Caringin, Desa Cikondang, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, sudah puluhan tahun mengeluhkan kondisi jalan rusak parah yang menjadi satu-satunya akses ke kampung mereka. Jalan sepanjang dua kilometer tersebut belum pernah mendapatkan perbaikan berarti sejak pertama kali dibangun. Jalan itu sebagian berada di kawasan perkebunan milik BUMN dan sisanya dibangun secara swadaya oleh warga.
Ketua RW setempat, Usman, menyampaikan bahwa jalan tersebut memiliki peran vital dalam aktivitas sosial dan ekonomi warga. “Jika dihitung dari pertigaan jalur ibu kota Kecamatan Cisompet ke arah Dusun Hegarmanah lalu belok kiri, jaraknya hanya dua kilometer dengan lebar dua meter lebih,” ujar Usman kepada Info Priangan. Selasa, (24/06/2025).
Usman juga menambahkan bahwa jalan itu masih berupa tanah dan batu kali sejak pertama kali dibangun, dan hingga kini belum pernah disentuh pembangunan ulang oleh pemerintah.
Berbagai dampak negatif dirasakan warga akibat rusaknya jalan tersebut. Imat Rohimat, seorang petani, mengungkapkan bahwa kondisi jalan sangat mempengaruhi harga jual hasil pertanian warga.
“Harga pisang saja hanya seribu rupiah per kilogram. Padahal, pisang menjadi sumber penghasilan mingguan kami,” jelasnya. Imat meyakini bahwa kondisi jalan membuat pembeli enggan datang karena tingginya biaya angkut.
Cerita lain disampaikan oleh Markonah, ibu rumah tangga yang pernah menjual kayu dari kebunnya menyebutkan bahwa kayunya yang semula ditaksir senilai 21 juta rupiah hanya dihargai 15 juta rupiah setelah pembeli melihat langsung kondisi jalan yang sulit dilalui kendaraan. “Selisih harga itu cukup besar bagi kami. Tapi kami tidak punya pilihan,” keluhnya.
Indra, warga lainnya, juga menyampaikan kendala dalam pembangunan sarana pendidikan. Indra dan warga setempat sebenarnya ingin membangun madrasah secara permanen. “Namun untuk mengangkut material bangunan, harus menggunakan truk. Sementara jalan kami tidak mendukung,” ungkapnya.
BACA JUGA: DPMD Ciamis Gelar Pembinaan LPM se-Kabupaten
Warga Bantar Caringin hanya bisa berharap agar pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut. Mereka yakin, jika jalan dibangun dengan baik, maka mobilitas warga akan meningkat dan roda ekonomi akan lebih cepat berputar.
“Kami hanya ingin pemerintah turun tangan. Jalan ini bukan hanya untuk kami, tapi juga menyangkut masa depan anak-anak kami,” ujar Usman.
Saat ini, aspirasi warga telah disuarakan, dan mereka menunggu langkah konkret dari pihak terkait. Sebuah pembangunan jalan mungkin terlihat sederhana, tetapi bagi warga Kampung Bantar Caringin, itu adalah pintu menuju perubahan nasib. (Liklik Sumpena, infopriangan.com)

