Ratusan Warga Ikuti Merlawu di Situs Ciluncat
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Ratusan warga Desa Ciparigi Kecamatan Sukadana, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, mengikuti kegiatan Merlawu di Situs Ciluncat.
Kegiatan ini merupakan tradisi turun temurun yang selalu dilaksanakan penduduk setempat sebagai bentuk penghargaan serta menghormati para penyebar agama Islam di daerah itu.
Situs ini merupakan peninggalan Kerajaan Galuh pada masa peralihan dari peradaban Hindu-Budha (zaman megalitikum) ke peradaban Islam (zaman klasik).
Di situs ini terdapat tiga peninggalan di masa zaman Hindhu-Budha seperti,
– Batu Pangsalatan, batu ini dulunya diduga tempat sholat para penyebar agama Islam di wilayah itu. Batu ini berbentuk persegi empat dengan permukaannya datar dan menghadap kiblat.
– Batu Sangkala Bolong, batu ini memiliki lubang dan memiliki sumber mata air. Menurut cerita masyarakat setempat, konon air tersebut bisa digunakan untuk terapi sesak napas atau asma.
– Tiga makam penyebar agama Islam di masa Kerajaan Galuh, yaitu Kyai Haji Tanjung Karawang, Cacaraga, Sutajaya.
Kuncen Situs Ciluncat, Kasto mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk penghargaan serta penghormatan atas jasa para leluhur yang telah menyebarkan agama Islam di Desa Ciparigi.
“Merlawu bukan untuk memuja atau mengkultuskan, melainkan untuk menghargai dan menghormati jasanya. Selain itu, ini sebagai bentuk rasa syukur kami atas nikmat dan hasil bumi yang melimpah,” kata Kasto.
BACA JUGA: Damkar Banjarsari Evakuasi Sarang Tawon
Selama prosesi adat Merlawu, pihaknya melaksanakan protokol kesehatan. Menyediakan tempat cuci tangan dan sabun di pintu masuk, serta menyiapkan pengukur suhu tubuh.
BACA JUGA: Tembok Penahan Tebing Sungai Cimemen Ambrol
“Kami beri pengertian kepada warga. Saat Merlawu untuk tetap melaksanakan 3M. Menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Kedepan acara ini harus lebih meriah,” pungkasnya. (Fanny/IP)

