Reses II DPRD Ciamis, Asep Rahmat Tekankan Pentingnya Pendidikan dan Budaya
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi PAN, Asep Rahmat, S.H., M.M., melaksanakan kegiatan Reses ke II Tahun Sidang 2025 di Desa Dewasari, Kabupaten Ciamis. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan pentingnya membangun generasi unggul melalui pendidikan, kesehatan, serta pelestarian seni dan budaya. Kamis, (18/09/2025).
Dalam sambutannya, Asep Rahmat menyampaikan rasa terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara tersebut. “Saya ucapkan terima kasih kepada Ketua BPD Desa Dewasari, Kepala Desa beserta perangkat, para tokoh agama, ulama, serta seluruh masyarakat yang sudah hadir. Berkat kerja sama kita semua, tercipta suasana yang harmonis dan kondusif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Asep menekankan bahwa hak dasar masyarakat dalam pendidikan, kesehatan, dan kebudayaan telah dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945. Menurutnya, aspek tersebut sangat erat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pendidikan dan budaya tidak hanya sekadar kebutuhan, tetapi juga fondasi dalam membangun peradaban bangsa.
“Negara kita sudah memberikan jaminan melalui konstitusi. Hak untuk memperoleh pendidikan dan kesehatan adalah bagian dari hak dasar. Seni budaya pun harus terus kita jaga, karena sejak zaman para nabi, kebudayaan sudah menjadi media dalam menyebarkan nilai-nilai agama dan kemanusiaan,” jelasnya.
Politisi PAN itu juga menyoroti pentingnya menyiapkan generasi emas Indonesia 2045. Ia menilai bahwa investasi terbesar bangsa ini terletak pada pendidikan anak sejak usia dini. Menurutnya, pola pendidikan yang tepat sejak balita hingga remaja akan menentukan kualitas manusia Indonesia di masa depan.
“Kita tidak bisa menciptakan manusia unggul tanpa memulai dari pendidikan sejak dini. Anak-anak harus mendapatkan bimbingan yang seimbang, baik dari keluarga, lingkungan, maupun pendidikan formal. Mereka harus mendapat sentuhan tata krama, etika, rohani, dan sekaligus pengalaman akademik,” tutur Asep.
Asep menambahkan bahwa keseimbangan antara pendidikan formal dan non-formal harus diperhatikan. Anak-anak, kata dia, perlu dibekali dengan keterampilan akademik, pengetahuan agama, sekaligus ruang untuk mengembangkan kreativitas, olahraga, serta budaya.
“Ada waktunya mereka belajar di sekolah, ada saatnya pula mereka mengaji, berolahraga, bahkan berkreasi. Semua itu akan membentuk karakter yang utuh dan berakhlak mulia,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Asep juga menyinggung soal kendala pendidikan yang masih sering dianggap mahal dan birokratis. Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah mengeluarkan berbagai kebijakan agar akses pendidikan semakin mudah dijangkau oleh masyarakat.
“Pendidikan sering dianggap rumit dan mahal. Padahal, pemerintah sudah menyiapkan kebijakan untuk mempermudah akses. Tinggal bagaimana kita bersama-sama mengawal agar anak-anak Indonesia bisa cerdas dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Asep Rahmat mengajak masyarakat Ciamis untuk tetap bangga dengan sejarah dan budaya lokal. Ia menyebut bahwa masyarakat yang berbudaya adalah masyarakat yang mampu menjaga ekosistem, tradisi, dan nilai-nilai luhur warisan leluhur.
BACA JUGA: Polres Ciamis Bongkar Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur
“Kita harus memiliki kebanggaan pada sejarah dan prestasi yang lahir dari tanah Ciamis. Masyarakat berbudaya adalah masyarakat yang sadar menjaga tradisi, sambil terus bergerak maju membangun peradaban,” pungkasnya.
Melalui reses ini, Asep berharap aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dengan baik, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam membangun Ciamis yang lebih sejahtera, berpendidikan, dan berbudaya. (Redaksi)

