RSUD Pandega Ajak Perempuan Cegah Kanker Serviks
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran turut memperingati Bulan Kesadaran Kanker Serviks dengan mengajak masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk lebih peduli terhadap upaya pencegahan penyakit yang masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan perempuan di Indonesia.
Manajemen RSUD Pandega menilai bahwa kanker serviks sebenarnya merupakan salah satu jenis kanker yang dapat dicegah dan memiliki peluang kesembuhan tinggi apabila terdeteksi sejak dini. Hal tersebut disampaikan melalui edukasi publik yang dilakukan secara berkelanjutan, baik secara langsung maupun melalui media sosial resmi rumah sakit.
“Pencegahan kanker serviks dapat dilakukan melalui deteksi dini, vaksinasi, dan edukasi kesehatan,” tulis RSUD Pandega Pangandaran dalam unggahan di akun Instagram resminya, @rsud_pangandaran.
Peringatan Bulan Kesadaran Kanker Serviks tahun ini mengusung tema “Cegah Kanker Serviks: Deteksi Dini, Vaksinasi dan Edukasi”. Tema tersebut dipilih sebagai bentuk dorongan kepada masyarakat agar tidak menunda langkah preventif yang dapat dilakukan sejak usia produktif.
Pihak rumah sakit menekankan bahwa skrining rutin, seperti tes IVA atau Pap Smear, masih belum menjadi kebiasaan sebagian besar perempuan. Kondisi ini dinilai berisiko karena kanker serviks pada tahap awal sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.
“Kanker serviks sering datang tanpa tanda-tanda, sehingga pemeriksaan berkala menjadi sangat penting,” katanya.
RSUD Pandega dalam keterangannya.
Selain deteksi dini, RSUD Pandega juga menyoroti pentingnya vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) sebagai langkah perlindungan jangka panjang. Vaksin HPV dinilai efektif dalam mencegah infeksi virus penyebab utama kanker serviks, terutama jika diberikan sebelum seseorang aktif secara seksual.
“Dengan skrining rutin serta vaksinasi HPV, kita dapat melindungi diri sendiri sekaligus menjaga kesehatan generasi mendatang,” tulis pihak rumah sakit.
RSUD Pandega juga mengajak masyarakat untuk lebih kritis dalam menyaring informasi terkait kesehatan reproduksi perempuan. Informasi yang keliru atau mitos yang berkembang di masyarakat sering kali menjadi penghambat perempuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu mencari informasi yang benar dan terpercaya terkait pencegahan kanker serviks,” tulis RSUD Pandega.
Lebih lanjut, rumah sakit daerah tersebut menilai bahwa peningkatan kesadaran tidak bisa hanya dibebankan kepada tenaga kesehatan, melainkan membutuhkan peran aktif keluarga dan lingkungan sekitar. Dukungan moral dari orang terdekat dinilai dapat mendorong perempuan lebih berani dan terbuka dalam menjaga kesehatan reproduksinya.
“Kesadaran bersama dan saling mengingatkan adalah kunci dalam upaya pencegahan,” tulisnya. Selasa, (13/01/2026).
BACA JUGA: SMPN 1 Cisaga Gelar Aksi Bersih Lingkungan Sekitar
RSUD Pandega Pangandaran menegaskan bahwa langkah deteksi dini yang dilakukan hari ini akan sangat menentukan kualitas hidup seseorang di masa depan. Pencegahan kanker serviks tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga berkontribusi pada terwujudnya masyarakat yang lebih sehat dan produktif.
“Deteksi dini adalah investasi kesehatan jangka panjang,” tulis RSUD Pandega Pangandaran menutup pernyataannya. (KMP)

