Ruang Kelas SMPN 3 Banjarsari Ambruk

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Satu kelas di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Banjarsari, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ambruk pada Minggu siang (29/03/2026). Peristiwa tersebut diduga kuat akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan tidak mendapatkan perbaikan selama puluhan tahun.

Kejadian berlangsung saat wilayah Kecamatan Banjaranyar diguyur hujan dengan intensitas cukup deras. Atap bangunan yang sudah rapuh dilaporkan tidak mampu menahan beban, sehingga akhirnya runtuh. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala SMPN 3 Banjarsari, Rahmat, mengatakan bahwa saat kejadian, aktivitas sekolah sedang tidak berlangsung karena masa libur. Ia menjelaskan bahwa ruangan yang ambruk memang sudah lama dikosongkan karena dinilai tidak layak digunakan.

“Beruntung saat kejadian tidak ada aktivitas di sekolah karena masih libur. Selain itu, bangunan tersebut memang sudah lama kami kosongkan sebagai langkah antisipasi,” ujar Rahmat. Senin, (30/03/2026).

Rahmat juga mengungkapkan, pihak sekolah sebelumnya telah menyadari kondisi bangunan yang semakin memburuk. Faktor usia bangunan serta minimnya perawatan menjadi penyebab utama kerusakan. Oleh karena itu, keputusan untuk tidak lagi menggunakan ruangan tersebut diambil demi menghindari risiko yang lebih besar.

Rahmat menambahkan, meski tidak menimbulkan korban, kejadian ini tetap menjadi perhatian serius. Saat ini, pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis guna membahas langkah penanganan lebih lanjut

“Kami berharap ada solusi secepatnya dari pemerintah daerah agar bangunan ini bisa segera diperbaiki atau dibangun kembali, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar mengajar,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Aris, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait ambruknya bangunan tersebut. Ia menyebutkan bahwa kondisi ruang kelas itu memang sudah lama dinyatakan tidak layak pakai dan telah dikosongkan atas instruksi dinas.

“Bangunan tersebut sudah lama tidak digunakan karena kondisinya lapuk. Bahkan sudah kami masukkan ke dalam data pokok pendidikan sebagai bangunan yang perlu penanganan,” jelas Aris.

Menurutnya, langkah pengosongan bangunan merupakan bentuk pencegahan agar tidak terjadi korban. Namun demikian, ambruknya atap ruang kelas tersebut menjadi sinyal kuat bahwa penanganan infrastruktur pendidikan tidak bisa lagi ditunda.

Aris juga menyampaikan bahwa pihaknya belum dapat memastikan waktu pelaksanaan perbaikan. Meski demikian, terdapat informasi bahwa SMPN 3 Banjarsari masuk dalam program revitalisasi sekolah.

BACA JUGA: Ribuan Warga Banjar Terima Bantuan Pangan dari BULOG

“Untuk jadwal pastinya kami belum bisa memastikan. Namun kepala sekolah akan mengikuti rapat melalui zoom meeting untuk membahas program revitalisasi tersebut,” ujarnya.

Peristiwa ini menyoroti pentingnya perhatian serius terhadap kondisi fisik bangunan sekolah, terutama yang telah berusia tua. Minimnya perawatan dalam jangka panjang berpotensi membahayakan keselamatan warga sekolah.

Dengan kejadian ini, pemerintah daerah diharapkan segera mengambil langkah konkret dan terukur agar kerusakan serupa tidak kembali terjadi. Infrastruktur pendidikan yang aman dan layak bukan hanya kebutuhan, melainkan keharusan demi menjamin proses belajar mengajar berjalan optimal. (Revan, Rizky)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan