Rumah Semi Permanen di Pangandaran Hangus Terbakar
infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Kebakaran melanda sebuah rumah semi permanen milik Saijo (60), warga Dusun Karangsalam, Desa Pananjung, Pangandaran, pada Rabu, 4 Desember 2024. Rumah tersebut habis dilalap api dalam waktu singkat, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Menurut Slamet, salah satu warga yang tinggal di dekat rumah Saijo, ia mendengar suara seperti percikan api sebelum kebakaran terjadi. “Awalnya, saya mendengar suara aneh dari arah rumah Pak Saijo. Setelah saya lihat, ternyata api sudah mulai membesar,” ujarnya.
Slamet segera meminta bantuan warga lain untuk memadamkan api. Namun, usaha tersebut tidak berhasil karena material bangunan rumah yang terbuat dari bahan mudah terbakar, seperti kayu, membuat api dengan cepat menjalar ke seluruh bagian rumah.
Pihak berwenang menduga bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh korsleting listrik. Akibat insiden ini, Saijo harus kehilangan tempat tinggalnya dan diperkirakan mengalami kerugian material sebesar Rp 8 juta.
“Untungnya, saat kejadian tidak ada korban jiwa, meskipun seluruh rumah habis terbakar,” jelas Slamet.
Kapolsek Pangandaran, AKP Nandang Rohmana, S.H., M.H., langsung mendatangi lokasi kejadian bersama anggotanya setelah mendapat laporan dari warga. Mereka melakukan pemeriksaan di tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kebakaran. Selain itu, pihaknya juga menghubungi tim pemadam kebakaran untuk membantu memadamkan sisa-sisa api yang masih menyala.
Dalam keterangannya kepada wartawan, AKP Nandang menyampaikan pesan penting kepada masyarakat. Ia mengimbau warga agar lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh masalah instalasi listrik.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah masing-masing. Pastikan tidak ada kabel yang rusak atau terlalu banyak sambungan yang bisa menyebabkan korsleting,” ungkapnya.
Pasca kebakaran, warga sekitar langsung bergotong royong membantu Saijo membersihkan puing-puing sisa kebakaran.
Beberapa warga juga menggalang donasi untuk membantu meringankan beban Saijo yang kehilangan tempat tinggal dan barang-barang berharganya.
“Kami semua berusaha membantu semampu kami. Pak Saijo tidak hanya kehilangan rumah, tapi juga sebagian besar barang-barangnya,” kata salah seorang warga.
Sementara itu, Saijo terlihat tegar meski jelas terpukul dengan kejadian ini. Ia mengatakan.
“Saya bersyukur masih selamat. Rumah bisa dibangun lagi, tapi nyawa tidak bisa tergantikan,” ucap Saijo.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap keamanan rumah, terutama dalam hal instalasi listrik. Kebakaran akibat korsleting listrik sering terjadi di rumah-rumah semi permanen atau bangunan yang menggunakan instalasi listrik tidak sesuai standar.
Warga diminta untuk memeriksa kabel-kabel listrik di rumah, mengganti kabel yang sudah rusak, dan menghindari penggunaan peralatan listrik yang terlalu banyak dalam satu colokan. Selain itu, memiliki alat pemadam api ringan (APAR) di rumah juga dianjurkan sebagai langkah antisipasi awal jika terjadi kebakaran.
Kapolsek Nandang juga menegaskan pentingnya melibatkan pihak berwenang jika warga mendapati potensi bahaya kebakaran.
BACA JUGA: Evaluasi Program P2WKSS Tingkat Provinsi Jawa Barat
“Jika ada kabel listrik yang terlihat berbahaya, segera laporkan kepada kami atau pihak PLN untuk ditangani. Jangan menunggu sampai terjadi musibah,” tambahnya.
Meski peristiwa ini menyisakan duka bagi Saijo dan keluarganya, dukungan dari warga setempat diharapkan dapat membantunya bangkit kembali. Gotong royong dan solidaritas warga menjadi contoh nyata bahwa kebersamaan adalah kekuatan utama dalam menghadapi musibah.
Dengan adanya peristiwa ini, diharapkan masyarakat semakin waspada terhadap potensi bahaya kebakaran dan lebih peduli terhadap keamanan lingkungan sekitar. Perhatian terhadap hal-hal kecil, seperti instalasi listrik, dapat menjadi langkah besar untuk mencegah bencana serupa di masa depan. (KMP/infopriangan.com)

