SEGI Garut Gelar Diskusi Publik Dana Pendidikan
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Masih banyaknya anak yang tidak sekolah, Drop Out (DO) terjadi dimana-mana. Salah satu penyebabnya adalah biaya sekolah yang mahal. Dana pendidikan selama ini dirasakan sangat memberatkan orangtua siswa.
Ini terjadi terutama di tingkat SMA/SMK dan Perguruan Tinggi. Karena itulah Serikat Guru Indonesia (SEGI) Kabupaten Garut menyelenggarakan diskusi publik mengenai pendanaan pendidikan. Demikian dikatakan Ketua SEGI Garut, Dr. Apar Rustam Efendi.
Apar mengatakan, diskusi tersebut berlangsung satu hari, tempatnya, di Aula IPI Garut. Acara tersebut juga dikaitkan dengan Milad SEGI yang ke XVIII. Kamis, (22/09/2022).
Pada acara tersebut SEGI menghadirkan para penyelenggara pendidikan (Pemerintah Swasta), para Kepala Sekolah SMA/SMK, Guru, para Advisor pendidikan, para Pakar, fasilitator, dan pemerhati pendidikan.
Selain itu, dihadiri juga oleh pengurus organisasi guru seperti PGRI dan tentunya seluruh pengurus SEGI baik pengurus di tingkat kecamatan sampai pengurus pusat.
Menurut Apar, kesimpulan dari hasil diskusi publik ini nantinya akan disampaikan kepada pihak pemerintah, terutama pemerintah Provinsi Jawa Barat. Sebab katanya, pendidikan ditingkat SMA/SMK dikelola oleh Pemprov.
“Dan yang paling terasa akibat mahalnya biaya pendidikan yaitu di tingkat SMA dan SMK,” tutur Apar.
BACA JUGA: Seorang Warga Dievakuasi Didalam Sumur
Lebih lanjut Apar berharap, diskusi publik tersebut bisa bermanfaat bagi seluruh penyelenggara pendidikan dan steakholdernya, dan terurama bagi orang tua.
“Kami sangat berharap, agar kedepan sekolah itu benar-benar tidak membebani orangtua,” pungkasnya. (Liklik Sumpena/IP)

