FAGI dan FMPP Tuntut BOPD Dibayar Utuh

infopriangan.com, BERITA BANDUNG.
Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) Jawa Barat dan Forum Masyarakat Peduli Pendidikan (FMPP) Jawa Barat, melakukan aksi unjukrasa di Gedung Sate, Jl. Diponegoro Bandung. Kamis, 16/11/2023.

Dalam orasinya, mereka menuntut kejelasan tentang dana Bantuan Operasional Pendidikan Daerah (BOPD). Mereka menduga pihak Pemda Jawa Barat terutama Pj. Gubernur Bey Machmudin, tidak serius dalam menentukan kebijakkan mengenai BOPD di Jawa Barat.

Buktinya kata koordinator aksi Iwan Hermawan, untuk BOPD tahun 2023 hanya bayar tujuh bulan. Sedangkan yang lima bulan sama sekali tidak diterima oleh SMA/SMK yang ada di Jawa Barat.

Itu pun kata Iwan, besarannya tidak sesuai dengan Pergub.nomor 165 tahun 2021. Yaitu sebesar Rp.145.000 -Rp.160.000 untuk SMA. Dan sebesar Rp. 155.000 – Rp.170.000 untuk SMK.

“Ini jelas sangat menyulitkan kami untuk menutupi kekurangan-kekurangan untuk operasional sekolah,” tutur Iwan kepada IP.

Yang lebih mengecewakan lagi kata Iwan, di APBD 2024 BOPD sudah tercantum hanya untuk 10 bulan.

Iwan juga menyebutkan, pada tahun 2023 terdapat potongan dana BOPD sebesar 30 persen untuk dana rehabilitasi salah satu mesjid, alun-alun dan rehabilitasi pasilitas sebuah situ. “Kenapa harus dari dana bantuan pendidikan ?” tutur Iwan.

Lebih lanjut Iwan mengatakan, Pemda Jabar telah melahirkan kebijakan yang menutup orang kaya untuk menyumbangkan dana kepada sekolah.

“Program sekolah gratis itu mustinya untuk orang berkategori kurang mampu saja. Sedangkan bagi orang  kaya seharusnya tetap harus membayar iuran. Agar pihak sekolah tidak kelabakan,” lanjutnya.

Sementara itu, tidak ada seorang pun pihak Pemda Jabar atau pun anggota DPRD Jabar yang menerima peserta aksi. Peserta aksi pun hanya berorasi di halaman Gedung Sate.

BACA JUGA: Panen Padi Ramah Lingkungan Dihadiri Bupati Ciamis

Begitu juga pengawalan dari pihak kepolisian terkesan tidak begitu ketat. Para peserta aksi membubarkan diri dengan tertib sekitar pukul 14.30 WIB.

Selain melakukan aksi unjuk rasa, para Kepala SMA/SMK juga sempat menyampaikan surat terbuka untuk Pj.Gubernur, Bey Machmudin. Isinya, sama dengan tuntutan saat aksi unjuk rasa. Koordinator aksi Iwan Hermawan menandatangani Surat tersebut. (Liklik Sumpena/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan