Sekolah Alternatif: Wadah Edukasi Anak Kurang Beruntung
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) melalui PMII Putri (Kopri) Komisariat Galuh meluncurkan program Sekolah Alternatif, sebuah inisiatif untuk memberikan pendidikan kepada anak-anak kurang beruntung di Kabupaten Ciamis.
Program ini menyasar anak-anak yang kerap terlihat di Alun-Alun Ciamis, termasuk mereka yang menyamar sebagai cosplay badut dan bekerja demi membantu perekonomian keluarga mereka.
Kegiatan ini rutin setiap hari Kamis dan Minggu di lingkungan Alun-Alun Ciamis. Silvia, salah satu pengurus Kopri Komisariat Galuh, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memenuhi hak pendidikan anak-anak sebagaimana dalam Peraturan Bupati Ciamis tentang Ciamis sebagai Kota Layak Anak.
“Sekolah Alternatif hadir untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak yang tidak mendapatkan kesempatan belajar di sekolah formal karena keterbatasan ekonomi,” ujar Silvia. Jum’at, (05/12/2024).
Program ini tidak hanya berfungsi sebagai ruang belajar, tetapi juga menjadi wadah pengembangan potensi anak-anak melalui kegiatan kreatif dan edukatif. PMII memberikan materi yang meliputi pengenalan literasi, numerasi dasar, hingga pembentukan karakter.
Harapan besar dari pelaksanaan Sekolah Alternatif ini adalah terciptanya lingkungan yang mendukung pendidikan anak-anak marginal di Ciamis.
BACA JUGA: BPBD Ciamis Tangani Pohon Tumbang dan Dinding Ambruk
PMII dan Korpri juga berharap program ini dapat menginspirasi pihak lain untuk turut peduli terhadap pemenuhan hak-hak anak. Sebagai bagian dari program kerja rutin Korpri Komisariat Galuh, Sekolah Alternatif membuktikan komitmen mahasiswa untuk berkontribusi langsung pada masyarakat.
Dengan inisiatif ini, mereka berharap bisa menghapus kesenjangan pendidikan di kalangan anak-anak kurang mampu dan menciptakan generasi muda yang lebih berkualitas di masa depan. (Rini/infopriangan.com)

