Sekolah Nyaris Ambruk, Siswa SDN Rahayu Belajar di Teras
infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Puluhan murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rahayu, di Kampung Rahayu, Desa Karangnunggal, Kecamatan Karangnunggal, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat terpaksa belajar di teras depan kelas.
Mereka belajar di teras sejak dua tahun terakhir. Sebab, bangunan kelas mereka mengalami kerusakan parah dan hampir ambruk.
Mereka belajar secara lesehan di lantai teras yang permukaannya juga telah pecah-pecah.
Akibatnya, posisi badan mereka harus membungkuk ketika menulis pelajaran.
Angin yang membawa debu kerap menerpa para murid tersebut ketika sedang belajar.
“Tidak enak belajar di teras, inginnya belajar di dalam kelas,” kata seorang siswa, Ibnu Mazaah. Rabu, (28/09/2022) pagi.
Meski belajar di luar kelas, para siswa nampak antusias. Namun kondisi ini dikeluhkan para siswa, lantaran cuaca panas dan berdebu.
“Karena kelasnya takut ambruk, jika diluar belajarnya panas banyak debu kami pengen kelas bagus mohon bantuan segera diperbaiki,” ujarnya.
Ibnu juga mengaku, ingin kelasnya segera diperbaiki karena belajar di pelataran kelas sudah merasa tidak nyaman.
“Ya ingin diperbaiki lagi dan kelas bagus agar belajar nyaman dan enak,” terang dia.
Sementara, sebagian siswa harus belajar secara bergiliran di luar kelas, sehingga pihak sekolah harus membagi waktu KBM antara shift pagi dan siang.
Sementara itu, salah seorang guru SDN Rahayu, Wawan Setiawan mengatakan, pihaknya terpaksa menggelar KBM di luar kelas karena khawatir para siswa tertimpa atap yang sudah rusak dimakan rayap.
“Ya anak-anak belajar di luar kelas karena kelasnya mau rusak ambruk, kurang bagus kelasnya sudah lapuk dimakan rayap. Jadi anak-anak jika musim hujan belajar di teras, bergiliran, ini sudah lama dari tahun 2007 rusaknya hampir dua tahun kalo musim hujan banjir,” terang Wawan Setiawan.
Lanjutnya, apalagi jika musim hujan, pihak sekolah harus sibuk membagi waktu antara pagi dan siang agar siswa belajar di kelas yang bagus.
“Gedung kelas tersebut dibangun sejak tahun 2007 lalu, kemudian seiring berjalannya waktu, sejak dua tahun terakhir kondisi sekolah semakin rusak,” paparnya.
Pihak sekolah sempat berinisiatif akan menyingkirkan kayu yang sudah rusak, tetapi khawatir jika diinjak semua bangunan akan roboh.
“Kita pernah menyingkirkan kayu yang sudah rusak, tetapi khawatir ambruk kelasnya,” ucapnya.
Pihak sekolah berharap, Pemerintah segera memberikan bantuan untuk merehab gedung kelas yang rusak tersebut. Sebab para siswa sudah merasa tidak nyaman belajar di pelataran kelas.
“Kami berharap Pemerintah bisa merehab sekolah yang rusak ini agar para siswa belajar dengan nyaman dan aman,” ujarnya.
BACA JUGA: Penanggulangan Bencana Pemkab Garut Anggarkan 1,7 Miliar
Pihak sekolah mengaku sebelumnya sudah mengajukan bantuan, tetapi hingga saat ini belum ada respons.
“Waktu itu kita pernah mengajukan rehab, namun tidak ada respon dari Pemerintah setempat,” pungkasnya. (Aa Fauzy/IP)

