Seleksi Kadus Cibubuhan Berjalan Ketat dan Transparan
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Proses seleksi Kepala Dusun Cibubuhan di Desa Mulyasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Ciamis, berlangsung ketat dan transparan. Kegiatan ini digelar untuk mengisi kekosongan jabatan setelah terjadinya rotasi perangkat desa akibat adanya pegawai yang memasuki masa pensiun.
Dengan adanya hal itu pemerintah desa membentuk tim seleksi khusus, dan empat kandidat dinyatakan memenuhi persyaratan administrasi, sehingga berhak mengikuti tahapan tes.
Camat Jatinegara, Adang Hartono, dalam sambutannya menegaskan bahwa seleksi ini merupakan bagian penting dari upaya pemerintah desa menjaga kualitas pelayanan publik.
Adang menjelaskan bahwa proses rekrutmen tidak boleh hanya bersifat administratif, tetapi juga harus mengutamakan kompetensi dan integritas calon perangkat desa. Kamis, (20/11/2025).
“Ini adalah tahapan penting. Kepala dusun berhadapan langsung dengan masyarakat, jadi harus memiliki kapasitas,” ujar Adang di hadapan peserta seleksi dan tokoh masyarakat yang hadir.
Menurut Adang, seleksi dilaksanakan dengan beberapa jenis tes yang memiliki bobot berbeda. Tes tertulis mendapat porsi terbesar yaitu 70 persen, tes komputer 20 persen, sementara kemampuan pidato atau orasi diberi bobot 10 persen. Ia menegaskan pentingnya materi pidato karena seorang kepala dusun dituntut mampu berkomunikasi jelas dan efektif dengan warga.
“Pidato itu bukan formalitas. Ini cara melihat apakah calon bisa menyampaikan gagasan dan solusi secara meyakinkan,” katanya.
Kegiatan seleksi yang dihadiri tokoh pemuda dan masyarakat Jatinegara itu berlangsung terbuka. Peserta dan masyarakat dapat menyaksikan langsung proses penilaian serta penghitungan hasil. Transparansi ini, ujar Hartono, menjadi bentuk komitmen pemerintah desa untuk menghindari kecurangan maupun praktik pengkondisian.
“Hasilnya diumumkan secara langsung. Panitia menyampaikan nilai di depan peserta. Semua bisa melihat, jadi tidak ada yang ditutup-tutupi,” tegasnya.
Dari hasil penilaian, peserta bernama Ucu Samsul Bari memperoleh nilai tertinggi. Ia dipandang memenuhi seluruh indikator dan dinilai siap melangkah ke tahap berikutnya. Namun, Hartono menekankan bahwa penetapan resmi masih menunggu proses administrasi lanjutan.
Setelah terpilihnya Ucu, Camat Adang juga memberikan pesan keras kepada calon terpilih agar siap menjalankan tugas secara penuh dan profesional. Ia mengingatkan bahwa jabatan kepala dusun bukan hanya posisi administratif, tetapi posisi pelayanan yang menuntut kerja nyata.
“Setelah dilantik, jangan hanya duduk di kantor. Kepala dusun harus hadir di masyarakat. Penanganan bencana, bantuan bagi warga tidak mampu, hingga persoalan sosial lainnya harus ditangani cepat,” kata Hartono.
Selain itu, ia mengingatkan perangkat desa agar tidak alergi kritik. Sebagai pelayan masyarakat, perangkat desa harus mau belajar dan meningkatkan kemampuan.
“Upgrade diri itu wajib. Ini bukan jabatan yang bisa dijalankan setengah hati. Kepala dusun itu 24 jam melayani,” ujarnya.
Sementara calon terpilih dengan nilai terbaik mengaku termotivasi mengikuti seleksi karena dorongan pribadi dan dukungan keluarga.
BACA JUGA: Kapolda Jabar Tinjau Kesiapan Pengamanan Nataru Ciamis
“Alhamdulillah, saya didukung keluarga, dan proses seleksi hari ini berjalan lancar. Ini tanggung jawab besar. Mudah-mudahan saya bisa menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Seleksi diikuti empat peserta, yaitu Ucu Samsul Bari, Adit, Ajat, dan Yoga. Keempatnya disebut telah memenuhi syarat sejak awal pendaftaran. Pemerintah Desa Mulyasari berharap proses ini menghasilkan pemimpin dusun yang kompeten, responsif, dan siap bekerja untuk kepentingan masyarakat. (Agus)








