Seleksi Pemuda Pelopor Ciamis 2024 Resmi Usai
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Seleksi Pemuda Pelopor 2024 tingkat Kabupaten Ciamis telah usai. Dari 50 peserta yang bersaing, panitia memilih sembilan pemuda pelopor terbaik di lima bidang. Seleksi ini digelar oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) dengan melibatkan dewan juri independen, termasuk akademisi dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Tasikmalaya.
Kabid Kepemudaan dan Pramuka Disbudpora, Sodikin, menjelaskan bahwa pemilihan dilakukan melalui tahapan ketat.
“Kami memastikan hanya mereka yang memiliki kapasitas, kontribusi nyata, dan komitmen untuk maju sebagai pemuda pelopor terpilih,” ujarnya saat ditemui di kantornya. Selasa, (21/01/2025).
Hasil seleksi diumumkan oleh Ketua Tim Juri, Srie Mulyati. Pada bidang Pendidikan, Riki Fajar Pradista meraih peringkat pertama, diikuti Dandi Herdiana, Reni Nurliani, dan Isnaeni Febriani. Bidang Pangan dimenangkan oleh Qonny Ilma Nafianti, sementara M. Agung berada di posisi kedua.
Bidang Inovasi Teknologi hanya menetapkan satu pemenang, yaitu Sonny Chandra Maulana. Di bidang Sosial, Agama, dan Budaya, Rena Nurliana menjadi yang terbaik, sementara bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan, dan Pariwisata dimenangkan oleh Anggi Rizki M.
Srie menegaskan bahwa pemilihan dilakukan secara transparan dan berorientasi pada capaian nyata peserta di bidang masing-masing.
“Kami menilai berdasarkan inovasi, dampak sosial, serta keberlanjutan program yang mereka gagas,” katanya.
Dari sembilan pemuda terbaik, dua peserta dinyatakan layak mewakili Ciamis di ajang Pemuda Pelopor tingkat Jawa Barat. Mereka adalah Riki Fajar Pradista di bidang Pendidikan dan Qonny Ilma Nafianti di bidang Pangan.
Sodikin mengungkapkan bahwa keduanya akan menerima bimbingan intensif untuk mempersiapkan diri menghadapi seleksi provinsi.
“Riki akan kami fokuskan pada peningkatan kemampuan public speaking dan penyusunan proposal kreatif. Sementara Qonny akan kami dampingi untuk melengkapi legalitas produk dan pelaporan kepada dinas terkait. Kami optimistis keduanya mampu bersaing dengan perwakilan dari daerah lain. Ini juga menjadi ajang pembuktian bahwa pemuda Ciamis memiliki potensi besar,” jelasnya.
Meski seleksi berjalan lancar, kritik tetap muncul. Beberapa peserta yang tidak lolos menyoroti kurangnya sosialisasi program di tingkat kecamatan.
“Kalau informasinya lebih luas, mungkin banyak pemuda potensial lain yang ikut berpartisipasi,” ujar salah satu peserta yang gugur.
Menanggapi hal ini, Sodikin mengakui perlunya evaluasi dalam distribusi informasi.
“Kami akan memperbaiki metode sosialisasi agar lebih merata di tahun depan. Masukan ini menjadi perhatian kami untuk meningkatkan kualitas seleksi,” katanya.
Sementara itu, tokoh masyarakat Ciamis, Syarif Hidayat, memandang ajang ini sebagai langkah positif, tetapi menekankan perlunya pendampingan berkelanjutan bagi para juara.
“Jangan sampai seleksi ini hanya menjadi formalitas tanpa dampak nyata di masyarakat,” kritiknya.
Sejarah mencatat bahwa Ciamis memiliki tradisi baik di ajang Pemuda Pelopor tingkat Jawa Barat. Pada 2023, Isal Hidayatulloh berhasil menjadi juara pertama di bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Prestasi ini menjadi motivasi bagi Riki dan Qonny untuk mengikuti jejak kesuksesan tersebut.
Riki mengaku siap memberikan yang terbaik di seleksi tingkat provinsi. “Saya ingin menunjukkan bahwa pendidikan bukan hanya soal teori, tetapi bagaimana kita bisa memanfaatkan ilmu untuk membawa perubahan,” katanya.
BACA JUGA: Sinergi Nasional, Kota Banjar Dukung Pangan
Hal serupa diungkapkan oleh Qonny, Qonny mengatakan, ini bukan hanya tentang lomba, tetapi kesempatan untuk membuktikan bahwa pemuda Ciamis bisa bersaing dan berkontribusi.
“Kami akan berusaha keras. Ini bukan hanya tentang lomba, tetapi kesempatan untuk membuktikan bahwa pemuda Ciamis bisa bersaing dan berkontribusi di tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya penuh semangat.
Dengan segala persiapan yang dilakukan, masyarakat Ciamis optimis Riki dan Qonny dapat mengukir prestasi di tingkat provinsi. Ajang ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga bukti bahwa pemuda memiliki peran penting dalam membangun daerah dan bangsa. (Sunarti/infopriangan.com)

