Seling Jembatan Putus Sejumlah Warga Jatuh ke Sungai

infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tali seling jembatan gantung putus Sejumlah warga Kecamatan Sukaresik, di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, jatuh ke sungai.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun tiga orang warga yang melintas di atas jembatan tercebur ke sungai. Peristiwa ini terjadi pada, Sabtu (16/05/2020) sore lalu.

Jembatan itu melintang diatas sungai Cikidang itu, merupakan penghubung tiga desa di Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya.

Kapolsek Sukaresik, Polres Tasikmalaya Kota Iptu. Dian Susila, Senin (18/05/2020) membenarkan kejadian putusnya jembatan gantung. “Jembatanktu merupakan penghubung tiga desa di Kecamatan Sukaresik. Terputus karena tali sling yang melintang di jembatan diduga sudah tua,” jelasnya.

Berdasarkan keterangan warga setempat, kata Dian, jembatan sepanjang 27 meter tersebut dibangun pada tahun 1993.

“Belum pernah ada perbaikan. Padahal jembatan tersebut sebagai akses altetnatif bagi warga yang hendak beraktifitas,” katanya.

Menurutnya jem atan itu bukan hanya menuju ke pusat kecamatan, namun jembatan itu juga sebagai jalur perekonomian dan lintasan anak-anak sekolah.

“Jembatan ini menghubungkan Desa Banjarsari, Sukapancar dan Tanjungsari,” tuturnya.

“Warga sangat mengharapkan jembatan ini segera diperbaiki agar aktifitasnya tidak terganggu. Karena kalau menggunakan akses jalan lain akan jauh memutar,” ujarnya.

“Memang jembatan gantung yang putus merupakan jalan pintas yang hanya bisa dilalui roda dua. Sehingga tidak terlalu berpengaruh pada mobilitas masyarakat, apalagi pengguna roda empat,” tambahnya.

Saat ini pemerintah desa dari tiga desa sedang berupaya mengajukan pembangunan jembatan dengan harapan dibangun permanen.

Sementara itu, warga sekitar lokasi kejadian, Ai Cucu mengatakan bahwa jembatan ini, sudah beberapa kali diperbaiki. Tapi tidak pada seluruh jembatan, paling hanya lantainya saja. “Sementara tali seling dan bagian lainnya belum pernah,” ucapnya.

Menurut Ai putusnya jembatan diakibatkan kondisi tali seling yang sudah cukup tua, sehingga tidak mampu menahan beban.

“Ketika ada yang melintas, salah satu tali bentangan jembatan putus. Akibatnya warga yang melintas tercebur,” ujarnya.

“Kejadian warga atau pengendara yang tercebur dari jembatan memang bukan sekali ini saja, namun sudah sering. Bahkan pernah terjadi disaat debit air sungai sedang tinggi, namun tidak sampai meninbulkan korban jiwa,” lungkasnya. (Aa Fauzy/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan