Sensasi Kuliner Legendaris Bakso Pak Ogah

infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Bagi anda yang sedang berlibur di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, selain menikmati suguhan wisata alam yang indah, jangan lupa untuk mencicipi kuliner, salah satunya adalah mie bakso.

Di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terdapat ratusan penjual bakso yang mudah ditemukan baik berupa toko, warung, maupun pedagang keliling.

Varian bakso yang ditawarkan pun beragam dan hampir semuanya memiliki kelezatan yang menggoda selera.

Salah satu mie bakso yang paling legendaris berada di Jalan Ampera, Kelurahan Panglayungan, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.

Mie baso yang tidak terlalu dikenal orang ini adalah Bakso Pak Ogah. Bakso dengan resep turun temurun sejak 33 tahun yang lalu ini tidak kalah pamor dengan berbagai macam bakso jaman now.

Tentu saja banyak cerita dibalik bertahannya Bakso Pak Ogah meski kini bisnis kuliner di kota santri itu semakin banyak saingannya.

Warung baso Pak Ogah ini sejak dulu konsisten mempertahankan cita rasa dan kualitas, tidak heran jika rasanya lezat dan nikmat.

Tampak dari luar tempat ini seperti rumah huni biasa dan hanya ada spanduk kecil bertuliskan “Mie Babat Ogah”, menu utama yang banyak diminati adalah mie bakso pangsit dan babat. Anda dapat memesan mie yamin manis atau asin dengan kuah pangsit terpisah.

Mie bakso ini memiliki ciri khas tekstur kecil dan kenyal disajikan dengan taburan potongan ayam kecil-kecil serta potongan bawang daun yang segar. Rasanya sangat menggugah selera, apalagi jika disajikan dengan kuah bakso pangsit dengan kuah kaldu yang gurih.

Bagi anda pecinta makanan mie bakso, sepertinya tempat makan ini bisa masuk ke dalam daftar list tempat makan yang akan dikunjungi diakhir pekan. Ajak keluarga dan para sahabat untuk menikmati bakso legenda asal Kota Tasikmalaya, Jawa Barat ini. 

Pedagang Bakso Ogah, Yandi Mulyadi (43) mengatakan, harga satu porsi bakso ini dibandrol dengan harga kisaran Rp. 17.000 sampai Rp. 20.000. Sementara, untuk jam operasional bakso dimulai pukul 09.00 hingga 21.00 WIB.

“Kebanyakan pembeli pesan mie bakso biasanya paket komplit tambah babat pangsit,” kata Yandi. Sabtu, (04/03/2023).

Meski tidak terlalu banyak pelanggan, Bakso Pak Ogah masih bertahan hingga saat sehari bisa menjual 60 mangkuk perharinya.

“Tidak banyak sih hanya 60 mangkuk setiap hari, karena jualnya tidak di kota hanya didepan rumah saja,” terangnya.

Yandi mengaku jualan bakso ini turun temurun yaitu dari Ajid yang kini sudah meninggal dunia beberapa waktu lalu. Ia hanya mempertahankan warisan dari sang ayah.

“Ya ini hanya mempertahankan warisan dari bapak dan sejak dulu bapak saya jualan bakso dan kini diwariskan ke saya,” paparnya.

BACA JUGA: Sebuah Rumah di Cimaragas Ambruk

Ia juga berharap jualan baksonya tetap bertahan meski saat ini banyak saingan dengan penampilan yang lebih modern.

“Mudah-mudahan terus bertahan dan ini merupakan mata pencaharian saya untuk menghidupi keluarga saya meski dengan modal pas-pasan,” pungkasnya. (AA Fauzy/IP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan