Seorang Pria Hilang Terseret Arus Sungai Ciwulan
infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Seorang pria hilang setelah terseret arus Sungai Ciwulan di Parung Biuk, Kampung Pamijahan, Desa Tonjongsari Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat. Sabtu, (27/06/2020).
Korban bernama Wahidin (65) Warga Kampung Bojong Nangka, Desa Tonjongsari, Kecamatan Cikalong, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Tim SAR gabungan TNI, Polri, Badan Penagulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya dikerahkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pencarian dengan menyusuri sungai.
Menurut informasi yang di dapat duga korban terpeleset ketika menyebrang akan memancing di sungai itu, hingga tercebur dan tenggelam.
Menurut Danramil 1220 /Cikalong Letda Inf Santosoe, Kejadian nahas itu bermula saat korban hendak memancing ikan di Sungai Ciwulan, bersama dua orang temanya. Sabtu, (27/06/2020) pagi.
“Korban hendak mencari ikan dengan cara mancing menyebrang aliran Sungai Ciwulan,” jelasnya.
” Korban bersama dua orang rekannya, Eman (33) dan Rahmat (29) Warga Kampung Bojongnangka, Desa Tonjong sari Kecamatan Cikalong. Mereka berangkat dengan membawa alat Setrum Accu 12 V,” ucapnya.
“Mereka tiba di lokasi sungai Ciwulan sekitar jam 09.00,WIb. Ketika menyebrang terpeleset kemudian tenggelam, lalu hanyut terbawa arus sungai Ciwlan,” jelasnya.
“Teman korban berusaha menolong dan mencari tetapi tidak berhasil karena arus Sungai sangat deras sekali. Karena korban tidak ditemukan kemudian mereka naik kedarat dan laporan ke warga setempat,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolsek Cikalong,Polres Tasikmalaya Iptu Harwandi, SH membenarkan adanya peristiwa itu.
“Babinsa Desa Tonjong Sari, Kopda Yayan dan Anggota Polsek, Bripka Atep Parija dan Bripka Aji mendatangi TKP,” kata Kapolsek.
Selanjutnya Kapolek berkoordinasi dengan BPBD dan Basarnas untuk membantu pencarian dan belum sampai lokasi.
“Kami himbauan agar warga masyarakat tetap hati-hati saat berada di pingir suangai. untuk saat ini supaya berhenti dulu mencari Ikan. Karena Sungai Ciwulan arusnya masih sangat berbahaya kedatangan air tidak bisa di prediksi,” pungkasnya. (Aa Fauzy/IP)





