Simposium IDI Ciamis Tingkatkan Kesiapan Dokter
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Ciamis menggelar Simposium Medis 2025 pada Sabtu (12/7/2025) sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesiapan para dokter dalam menangani kasus-kasus kegawatdaruratan medis. Kegiatan ini mendapat sambutan antusias dari ratusan peserta yang berasal dari berbagai fasilitas layanan kesehatan di Ciamis dan sekitarnya.
Ketua panitia simposium, dr. Intan Hanifah, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai upaya pembaruan ilmu dan keterampilan praktis bagi para dokter. Menurutnya, dalam dunia medis yang dinamis, pembelajaran berkelanjutan menjadi keharusan.
“Simposium ini menjadi wahana kolektif untuk saling belajar dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai situasi darurat. Kami ingin para dokter semakin siap, tanggap, dan profesional,” ujar dr. Intan. Senin, (14/07/2025).
Simposium ini mengangkat tema besar “Kesiapsiagaan Dokter dalam Kegawatdaruratan Medis Lintas Spesialisasi”, dengan menghadirkan pemateri dari berbagai bidang keilmuan. Para narasumber membahas topik-topik kritis yang sering ditemui dalam praktik medis harian.
Pada kesempatan tersebut para peserta mendapatkan materi seputar Kegawatdaruratan Obstetri dan Ginekologi, Kegawatdaruratan Anak dan Neonatus, Kegawatdaruratan Bedah, Kegawatdaruratan Urologi, Kegawatdaruratan Psikiatri, Kegawatdaruratan Penyakit Dalam
Aspek Hukum Kesehatan di Era Digital.
Setiap sesi disampaikan dengan pendekatan berbasis kasus, sehingga peserta tidak hanya mendapatkan teori tetapi juga solusi praktis yang bisa diterapkan di lapangan.
Salah satu peserta, dr. Rizky dari Puskesmas Panumbangan, menyampaikan bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan di fasilitas pelayanan primer.
“Saya sangat terbantu dengan pembahasan kasus-kasus nyata di lapangan. Ini membuat saya lebih percaya diri dalam mengambil keputusan cepat di situasi darurat,” ujarnya.
Selain pembaruan ilmu, simposium ini juga menjadi ruang silaturahmi antar sejawat dokter lintas spesialisasi. Diskusi yang terbuka dan dinamis memperkuat jejaring serta kolaborasi antarfasilitas kesehatan.
Pihak penyelenggara menegaskan bahwa setiap peserta memperoleh sertifikat keikutsertaan, sebagai pengakuan atas partisipasi aktif mereka dalam meningkatkan kompetensi profesional.
“Kegiatan ini bukan hanya edukatif, tapi juga mempererat hubungan antar tenaga medis. Kita semua punya tantangan yang sama di lapangan, dan berbagi pengalaman adalah cara terbaik untuk berkembang bersama,” jelas dr. Intan.
Simposium ini menjadi salah satu tonggak penting dalam upaya meningkatkan mutu layanan kesehatan, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan. Dengan dokter yang lebih terlatih dan siap siaga, diharapkan masyarakat mendapatkan layanan yang lebih cepat, tepat, dan aman dalam situasi kritis.
BACA JUGA: MPLS SDN 3 Cimerak Berlangsung Lancar dan Antusias
Melalui kegiatan ini, IDI Ciamis berharap dapat terus berperan aktif dalam peningkatan kompetensi dokter dan memperkuat pelayanan kesehatan di daerah.
“Harapan kami, simposium ini memberikan manfaat besar, tidak hanya bagi peserta, tetapi juga bagi masyarakat luas yang pada akhirnya akan menerima layanan yang lebih baik,” pungkas dr. Intan.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, semangat kolaborasi dan pembelajaran terus digaungkan sebagai bagian dari penguatan sistem kesehatan di tingkat daerah. (Eddy/infopriangan.com)

