SMAN 2 Banjarsari Tambah Kelas, Atasi Krisis Ruang
infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Banjarsari, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, resmi menambah fasilitas pendidikan berupa enam ruang kelas baru dan satu bangunan toilet melalui program revitalisasi sekolah dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Penambahan fasilitas tersebut diharapkan mampu menjawab persoalan keterbatasan ruang belajar yang selama ini berdampak pada proses pembelajaran.
Peresmian bangunan dilakukan oleh Kepala Cabang Dinas (KCD) Wilayah XIII Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, Dwi Yanti, melalui prosesi pengguntingan pita sebagai tanda bahwa seluruh fasilitas sudah dapat digunakan oleh para siswa.
Dalam keterangannya, Dwi Yanti menyampaikan bahwa kondisi SMAN 2 Banjarsari sebelum mendapatkan program revitalisasi memang mengalami kekurangan ruang kelas yang cukup signifikan.
Dwi menegaskan bahwa keterbatasan sarana prasarana berpengaruh langsung terhadap efektivitas kegiatan belajar mengajar di sekolah.
“Dengan adanya program revitalisasi ini, mudah-mudahan kualitas pendidikan di SMAN 2 Banjarsari bisa semakin meningkat karena kini ditunjang fasilitas yang lebih memadai,” ujar Dwi Yanti. Selasa, (20/01/2026).
Lebih lanjut, Dwi Yanti menjelaskan bahwa sarana dan prasarana merupakan faktor penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman, aman, dan kondusif bagi siswa. Menurutnya, ruang kelas yang layak akan membantu guru dan siswa dalam menjalankan proses pembelajaran secara optimal.
“Apalagi saat ini ruang kelas baru dilengkapi dengan sarana yang kualitasnya jauh lebih baik dibandingkan dengan kondisi sebelumnya,” tuturnya.
Terkait aspirasi masyarakat mengenai perubahan nama sekolah, Dwi Yanti mengakui bahwa hingga saat ini SMAN 2 Banjarsari belum dapat berganti nama menjadi SMAN Banjaranyar. Meski demikian, pihaknya menyatakan komitmen untuk terus memperjuangkan pengajuan perubahan nama tersebut.
“Bagaimanapun juga, sekolah ini adalah kebanggaan masyarakat Kecamatan Banjaranyar. Kami akan berupaya mengajukan dan mudah-mudahan dapat segera terealisasi,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 2 Banjarsari, Siti Maryam, menyampaikan bahwa program revitalisasi ini menjadi jawaban atas permintaan masyarakat yang menginginkan penambahan ruang kelas agar lebih banyak anak dapat mengenyam pendidikan di sekolah tersebut. Ia menjelaskan bahwa keterbatasan ruang sebelumnya membuat pihak sekolah harus melakukan pembatasan penerimaan siswa baru.
Maryam menuturkan bahwa pada tahun ajaran 2026 mendatang, pihak sekolah berencana membuka sebanyak 10 rombongan belajar (rombel).
“Rencana kami di tahun ajaran baru nanti akan membuka 10 rombel pada penerimaan peserta didik baru,” jelasnya.
Dwi juga mengungkapkan bahwa pada tahun ajaran sebelumnya, animo masyarakat untuk menyekolahkan anak di SMAN 2 Banjarsari sangat tinggi. Namun keterbatasan sarana prasarana membuat tidak semua pendaftar dapat diterima.
“Banyak orang tua yang berharap anaknya bisa sekolah di sini, tetapi karena keterbatasan ruang, kami terpaksa melakukan pembatasan,” ungkapnya.
BACA JUGA: Wapres Gibran Tinjau RSUD Tasikmalaya Dorong Layanan
Meski telah mendapatkan tambahan fasilitas, Maryam mengakui sekolah masih membutuhkan satu ruang kelas lagi serta pembangunan pagar sekolah demi menunjang keamanan dan kenyamanan lingkungan belajar. Namun demikian, pihak sekolah tetap bersyukur atas bantuan yang telah diterima.
“Kami masih memiliki kekurangan, tetapi kami bersyukur sudah mendapatkan program revitalisasi ini dan berharap ke depan ada bantuan lanjutan dari pemerintah,” pungkasnya. (Revan, Rizky)

