SPPG Kalapasawit Bahas Juknis Baru, Evaluasi MBG

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalapasawit, Kecamatan Lakbok, menggelar rapat koordinasi bersama para penanggung jawab (PIC) sekolah penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG). Senin, (30/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Kantor SPPG Kalapasawit ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan pelaksanaan program sekaligus mensosialisasikan petunjuk teknis (juknis) terbaru MBG.

Rapat koordinasi tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan SPPG Kalapasawit sebagai upaya memperkuat sinergi antara pengelola dapur MBG dan pihak sekolah.
Sebelumnya, SPPG juga telah melakukan koordinasi dengan kader posyandu, puskesmas, kepala desa, serta instansi terkait guna memaparkan perubahan kebijakan dalam juknis terbaru program MBG.

Asisten Lapangan SPPG Kalapasawit, Januar Andi Trianto, menjelaskan bahwa pertemuan ini difokuskan pada penyelarasan aspek distribusi makanan dan penyesuaian kebijakan baru di lapangan. Menurutnya, distribusi menjadi salah satu titik krusial yang harus dipastikan berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.

“Pada pertemuan sebelumnya kami sudah membahas kebijakan barunya. Sekarang fokus kita pada teknis distribusi, termasuk pengantaran makanan ke sekolah yang lokasinya cukup jauh agar tetap tepat waktu dan sesuai ketentuan,” ujarnya.

Januar menambahkan, dalam juknis terbaru tidak lagi terdapat menu kering. Seluruh makanan kini disajikan dalam bentuk makanan basah dan penyalurannya disesuaikan dengan hari aktif sekolah. Artinya, jika sekolah hanya masuk lima hari dalam sepekan, maka penyaluran MBG juga dilakukan selama lima hari tanpa mencakup hari libur.

“Perubahan ini penting disosialisasikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan. Sekolah perlu memahami bahwa pola pemberian makanan sudah disesuaikan dengan ketentuan baru,” jelasnya.

Selain sosialisasi juknis, rapat juga dimanfaatkan sebagai ajang evaluasi setelah program MBG berjalan sekitar dua bulan. Sejumlah masukan dari pihak sekolah dibahas, mulai dari variasi menu, ketepatan waktu distribusi, hingga teknis pembagian makanan kepada siswa.

SPPG juga telah mengatur jadwal distribusi berdasarkan jenjang pendidikan agar makanan dapat dikonsumsi dalam rentang waktu yang telah ditentukan. Setiap penyaluran dilengkapi berita acara yang menjadi acuan batas waktu konsumsi makanan. Dalam kesempatan itu, SPPG menekankan pentingnya dokumentasi kegiatan oleh pihak sekolah sebagai bagian dari pertanggungjawaban administrasi.

“Dokumentasi sering terlewat, padahal itu sangat penting, apalagi jika ada pemeriksaan. Kami mendorong sekolah untuk selalu mendokumentasikan proses distribusi,” tegas Januar.

Januar juga menyampaikan bahwa pihak SPPG melakukan seleksi menu berdasarkan pertimbangan ahli gizi. Langkah ini dilakukan untuk menjaga kualitas makanan sekaligus menghindari risiko makanan basi yang berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB).

Sementara itu, PIC SPPG Kalapasawit, Deni Nur Suganda, menegaskan pentingnya keterbukaan terhadap saran dan kritik sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan. Menurutnya, pengelolaan dapur dalam program MBG lebih menitikberatkan pada pelayanan kepada masyarakat, bukan aspek bisnis semata.

“Dapur harus terbuka terhadap masukan yang membangun. Itu penting untuk perbaikan ke depan,” ujarnya.

BACA JUGA: Ruang Kelas SMPN 3 Banjarsari Ambruk Ini Kata Kabid SMP

Deni menambahkan, evaluasi program juga dilakukan melalui analisis sisa makanan yang dikembalikan siswa. Dari hasil tersebut, pihak SPPG dapat mengetahui tingkat penerimaan menu sehingga menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan menu berikutnya.

Melalui koordinasi yang terus diperkuat antara SPPG dan pihak sekolah, diharapkan pelaksanaan program MBG di Kalapasawit dapat semakin optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi para siswa sebagai penerima manfaat. (Kusmana)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan