STISIP dan Desa Bangunharja Teken Kerja Sama Tri Dharma

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Rabu, 20 Agustus 2025, menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan dan pemerintahan desa di Ciamis. Bertempat di kampus STISIP Bina Putera Banjar, telah ditandatangani perjanjian kerja sama antara Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bina Putera Banjar dengan Pemerintah Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis.

Kesepakatan tersebut berfokus pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ketua STISIP Bina Putera Banjar, Tina Cahya Mulyatin, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa perguruan tinggi memiliki kewajiban menjalankan Tri Dharma sebagai landasan utama keberadaannya.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat menghadirkan manfaat nyata tidak hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi masyarakat desa,” ungkapnya.

Tina menekankan, kegiatan akademik tidak cukup hanya di dalam ruang kelas, melainkan perlu menyentuh kehidupan sosial dan pembangunan desa secara langsung.

Kepala Desa Bangunharja, Carikin, S.Ag., M.Pd.I., menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, desa membutuhkan mitra strategis dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

“Desa tidak bisa berdiri sendiri. Kehadiran kampus akan membantu memperkuat potensi desa, terutama dalam pengembangan BUMDes, desa digital, hingga peningkatan sumber daya manusia,” katanya.

Carikin menilai bahwa kolaborasi ini menjadi langkah maju dalam membangun desa yang lebih mandiri dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

Isi perjanjian tersebut mencakup berbagai ruang lingkup, mulai dari pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat, penguatan BUMDes, desa binaan, desa digital, hingga pengembangan budaya dan produk lokal. Bahkan, kedua pihak juga membuka peluang adanya program lain yang bisa disepakati kemudian sesuai dengan kebutuhan desa dan perguruan tinggi.

Dalam dokumen perjanjian yang berlaku selama lima tahun ini, disepakati pula bahwa setiap program akan ditindaklanjuti dengan perjanjian teknis lebih rinci. Artinya, kerja sama tidak berhenti pada tataran simbolik, melainkan akan diwujudkan dalam kegiatan nyata yang berdampak.

Kehadiran kerja sama ini dinilai penting, karena desa seringkali membutuhkan inovasi, teknologi, dan pendampingan akademis untuk mengembangkan potensi yang ada. Sementara itu, perguruan tinggi membutuhkan ruang praktik nyata agar mahasiswa bisa mengimplementasikan ilmu yang diperoleh. Sinergi ini diyakini mampu mempertemukan kebutuhan kedua belah pihak secara seimbang.

“Mahasiswa bisa belajar langsung di masyarakat, sementara masyarakat desa dapat merasakan manfaat ilmu pengetahuan. Inilah esensi dari Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujar Tina menambahkan.

BACA JUGA: Toto Marwoto Resmi Pimpin NasDem Ciamis, Fokus Bangun Koalisi

Sementara Carikin menegaskan, Pemerintah Desa Bangunharja akan terbuka terhadap program-program yang diusulkan kampus, selama hal itu selaras dengan kepentingan warga.

“Kami ingin warga desa merasakan perubahan. Baik dalam bentuk peningkatan kapasitas SDM, kemajuan usaha lokal, maupun pelayanan berbasis digital,” jelasnya.

Melalui semangat kebersamaan, STISIP Bina Putera Banjar dan Pemerintah Desa Bangunharja menandai awal kolaborasi yang diharapkan memberi manfaat luas. Perjanjian kerja sama ini bukan hanya sekadar dokumen, melainkan pijakan untuk mewujudkan pendidikan yang lebih relevan sekaligus pembangunan desa yang lebih berdaya. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan