Survei Elektabilitas Calon Walikota Banjar Periode 2024-2029 Dirilis

infopriangan.com, BERITA BANJAR. Menjelang tahapan masa kampanye, berbagai lembaga survei mulai merilis hasil penelitian terkait elektabilitas calon Walikota dan Wakil Walikota Banjar periode 2024-2029.

Salah satu lembaga survei yang merilis temuannya adalah Visi Nusantara (Vinus). Berdasarkan survei tersebut, pasangan calon H. Sudarsono dan H. Supriana menempati posisi teratas dengan perolehan 30,00 persen. Di posisi kedua, pasangan calon H. Bambang Hidayah dan Dani Danial Mukhlis mengumpulkan 27,75 persen. Urutan ketiga ditempati oleh pasangan calon H. Nana Suryana dan H. Mujamil dengan 19,75 persen. Sedangkan pasangan H. Akhmad Dimyati dan Alam berada di urutan terakhir dengan 3,25 persen.

Survei ini dilakukan oleh Vinus melalui metode sampling acak dengan melibatkan 400 responden.

Yus Fitriadi, pimpinan LS Vinus, menjelaskan bahwa survei ini menggunakan teori Slovin dengan margin error sebesar lima persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

“Metode lainnya yang kami gunakan adalah wawancara tatap muka dan beberapa instrumen tertutup,” ujar Yus Fitriadi saat memberikan keterangan kepada media di sebuah kafe di Jalan Gotong Royong, Sukarame, Kota Banjar Minggu, (22/09/2024).

Lebih lanjut, Vinus juga merilis sejumlah indikator yang menjadi alasan utama responden dalam memilih pasangan calon. Indikator tersebut antara lain adalah popularitas pasangan calon yang mencapai 66,50 persen, program kerja sebesar 4,75 persen, kepribadian kandidat dengan 4,50 persen, tokoh milenial sebesar 2,25 persen, serta partai politik dengan 3,75 persen.

Menurut Yus Fitriadi, hasil survei ini menunjukkan kecenderungan masyarakat Banjar dalam memilih calon pemimpin mereka. Popularitas kandidat menjadi faktor yang paling dominan.

“Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih mengenal figur calon daripada program-program yang mereka tawarkan,” tambahnya.

Ia juga menyoroti bahwa program kerja dan kepribadian kandidat meskipun penting, belum menjadi pertimbangan utama bagi sebagian besar pemilih.

Selain itu, Yus juga menjelaskan alasan Vinus memilih untuk melakukan survei di Kota Banjar, menurutnya, Kota Banjar memiliki sejumlah keunikan yang membuatnya berbeda dibandingkan dengan kota atau kabupaten lain di Jawa Barat. Salah satu keunikan yang dimaksud adalah struktur kota yang hanya terdiri dari empat kecamatan namun memiliki empat pasangan calon yang akan bertarung dalam Pilkada serentak pada 2024.

“Kota Banjar memiliki keunikan tersendiri, karena itulah kami tertarik untuk melakukan survei di sini. Selain itu, kami memang memiliki jaringan yang kuat di kota ini,” jelas Yus.

Salah satu temuan menarik dalam survei ini adalah rendahnya pengetahuan masyarakat terkait pelaksanaan Pilkada. Berdasarkan hasil survei, sebesar 86,50 persen responden tidak mengetahui bahwa Pilkada akan digelar pada 27 November 2024 mendatang.

Meski demikian, Yus menambahkan bahwa partisipasi warga yang berencana datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) cukup tinggi. Vinus mencatat bahwa sebanyak 99,50 persen responden menyatakan akan hadir dan memberikan suara mereka pada hari pencoblosan.

BACA JUGA: BADAMI Deklarasi di Roemah Aspirasi Menuju Kemenangan di Pilkada 2024

Yus menyimpulkan bahwa tingginya niat warga untuk berpartisipasi dalam Pilkada meskipun banyak yang belum mengetahui tanggal pelaksanaan menunjukkan optimisme bahwa partisipasi politik di Kota Banjar akan tetap tinggi.

“Ini adalah hal positif, meski pengetahuan tentang waktu pelaksanaan Pilkada masih minim, semangat warga untuk ikut memilih sangat besar,” tutupnya. (Johan/infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan