Tabur Benih Pinus 2025 Perkuat Regenerasi Hutan

infopriangan.com, BERITA CIAMIS. Kegiatan Komando Serentak Tabur Benih Pinus Tahun 2025 yang digelar KPH Ciamis pada Kamis, 20 November 2025, di Petak 64.c RPH Panjalu BKPH Ciamis menjadi langkah awal untuk memastikan kebutuhan tanaman tahun 2026 terpenuhi. Kegiatan ini menunjukkan keseriusan Perhutani dalam menjaga keberlanjutan kawasan hutan produksi, sekaligus menjawab tantangan lingkungan yang semakin kompleks.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan KSU Kesisteman Divre Jawa Barat dan Banten, Wakil Administratur KPH Ciamis, jajaran PSDH KPH Ciamis, jajaran BKPH Ciamis, serta Polhutmob KPH Ciamis. Kehadiran unsur strategis ini menguatkan pesan bahwa pengelolaan hutan tidak bisa dilakukan setengah hati dan membutuhkan koordinasi lintas bidang.

Perwakilan KSU Kesisteman Divre Jabar-Banten menegaskan bahwa tabur benih merupakan tahap fundamental dalam siklus regenerasi tanaman. Ia menilai bahwa hutan yang dikelola secara profesional akan berdampak langsung pada ekonomi masyarakat dan stabilitas ekologi.

“Kami tidak hanya menebar benih, tetapi sedang menanam masa depan hutan. Jika tahap awal ini gagal, maka rantai berikutnya akan ikut terganggu,” ujarnya tegas.

Sementara itu, Wakil Administratur KPH Ciamis menyampaikan bahwa kegiatan tabur benih dilakukan secara serentak di beberapa titik wilayah kerja. Ia menyebut upaya ini sebagai bentuk konsolidasi internal agar seluruh jajaran memiliki kesamaan langkah dan persepsi mengenai urgensi regenerasi pinus.

“Kami ingin memastikan ritme kerja tidak terputus. Setiap petak harus ditangani dengan serius,” katanya, mengingatkan pentingnya disiplin di lapangan.

Di lokasi, jajaran BKPH Ciamis tampak memimpin teknis penaburan. Mereka menjelaskan bahwa benih pinus yang ditebar merupakan hasil seleksi dengan standar mutu yang ketat. Pola penebaran dilakukan mengikuti jalur blok agar memudahkan pemantauan pertumbuhan.

Salah satu petugas menyampaikan bahwa perlindungan pasca-penaburan sama pentingnya dengan proses penaburan itu sendiri. “Benih ini harus dijaga dari hama, gangguan satwa, bahkan aktivitas manusia. Kalau tidak diawasi, hasilnya bisa tidak optimal,” tuturnya.

Keterlibatan Polhutmob menjadi bagian dari pengamanan kegiatan, namun juga menjadi ruang edukasi bagi warga sekitar. Mereka mengingatkan bahwa kawasan persemaian tidak boleh dirusak atau diakses sembarangan.

Polhutmob menegaskan bahwa masyarakat perlu memahami fungsi kawasan hutan agar tidak terjadi tindakan yang merugikan proses regenerasi pohon. Sikap tegas tetap disampaikan dengan cara yang edukatif.

Jajaran PSDH KPH Ciamis menjelaskan bahwa kebutuhan tanaman pinus untuk tahun 2026 cukup besar dan harus terpenuhi agar tidak mengganggu siklus produksi berikutnya. Mereka menilai bahwa penurunan kualitas atau keterlambatan proses regenerasi bisa berdampak pada produksi getah serta kayu pinus di tahun-tahun mendatang.

“Setiap hektare adalah tanggung jawab. Bila ada yang kosong, akan berpengaruh pada hasil jangka panjang,” kata seorang petugas PSDH.

BACA JUGA: Seleksi Kadus Cibubuhan Berjalan Ketat dan Transparan

Selain memperkuat stok tanaman, kegiatan ini dipandang sebagai bagian dari adaptasi terhadap risiko perubahan iklim. Tutupan vegetasi yang kuat diharapkan dapat meningkatkan daya serap karbon dan menekan potensi erosi serta kerusakan tanah. Para petugas menekankan bahwa kegiatan seperti ini harus rutin, terukur, dan dievaluasi.

Menutup kegiatan, seluruh jajaran sepakat bahwa keberhasilan program tabur benih bukan hanya diukur hari itu, tetapi pada hasil pertumbuhannya dalam beberapa bulan ke depan.

KPH Ciamis menargetkan bibit-bibit ini dapat tumbuh sehat sehingga memberi kontribusi pada kesinambungan produksi hutan. Dengan kerja kolaboratif dan disiplin teknis, langkah kecil di Petak 64.c ini menjadi fondasi bagi keberlanjutan hutan Ciamis di masa mendatang. (Dena A Kurnia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan