Menyoal Proyek Sawah Cina
infopriangan.com, TELISIK OPINI. Pemerintah Indonesia berencana akan menggandeng Cina dalam proyek pengembangan lahan sawah di Kalimantan Tengah yang luasnya mencapai satu juta hektar.
Kenapa Indonesia sangat suka sekali bekerja sama dengan Cina padahal di negaranya sendiri terdapat para insinyur di bidang pertanian dan juga sumber daya manusia yang tidak sedikit bahkan banyak yang menjadi pengangguran.
Rencana ini, akan ada berbagai hal yang kemungkinan akan semakin menyuburkan Cina yaitu Indonesia akan menjadi pasar bagi teknologi pertanian Cina dan jika ternyata rakyat Indonesia tidak mampu untuk mengoperasikan teknologi dari Cina maka tentu saja akan didatangkan tenaga kerja dari Cina sehingga tenaga kerja pertanian di Indonesia semakin tergusur.
Selain itu dikhawatirkan proyek yang akan mendatangkan teknologi, sarana prasarana dari negara Cina dikhawatirkan adalah sebagai hutang sehingga Indonesia akan semakin terlilit utang.
Seharusnya pemerintah berkaca pada kegagalan food estate dan meminimalisir kegagalan yang mungkin terjadi yang hanya akan merusak fungsi lahan dan kerugian finansial.
Dalam Islam negara diwajibkan bertanggung jawab atas terpenuhinya kebutuhan pangan rakyat. Tanggung jawab ini bukan hanya kepada rakyat tapi kepada Allah Swt. sebagai wujud pelaksanaan amanah.
Dalam Islam negara akan menerapkan hukum-hukum terkait pertanian dan memastikan bahwa tidak ada sejengkal tanah pun yang dibiarkan sia-sia.
Pemilik tanah harus memanfaatkan atau mengolah tanah miliknya. Apabila dalam 3 tahun ditelantarkan maka status kepemilikannya hilang.
Bukan hanya itu sarana dan prasarana pertanian akan dijamin oleh pemerintah walaupun pemilik lahan tidak mempunyai modal maka modal akan dibantu oleh pemerintah melalui Baitul mal.
Oleh karena itu pembiayaan sektor pertanian tidak akan terpengaruh oleh modal swasta atau asing.
Kalaupun pemerintah bekerja sama dengan asing maka undang-undang politik luar negeri daulah Islam yang akan dijadikan pedoman. (Santi Kartika)
