Tanah Bergerak Banjarwangi Ancam Keselamatan KBM
infopriangan.com, BERITA GARUT. Bencana tanah bergerak yang terjadi di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, menimbulkan kekhawatiran serius di lingkungan pendidikan. Sejumlah guru dan siswa terpaksa menjalani kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam kondisi tidak biasa karena bangunan sekolah mereka dinilai berpotensi membahayakan keselamatan.
Pemerintah daerah melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut menyatakan telah mengambil langkah darurat untuk memastikan proses pendidikan tetap berjalan meskipun situasi belum sepenuhnya aman. BPBD menilai, penghentian KBM tanpa solusi alternatif dapat berdampak pada hak siswa untuk memperoleh pendidikan.
Kepala BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, menjelaskan bahwa pihaknya telah memasang tenda darurat sebagai ruang belajar sementara bagi siswa terdampak bencana tanah bergerak. Menurutnya, langkah tersebut merupakan upaya cepat agar aktivitas pendidikan tidak terhenti.
“Kami memasang tenda darurat agar siswa yang terdampak tetap bisa melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan aman,” ujar Aah. Kamis, (15/1/2026).
Aah menambahkan, tenda darurat tersebut diperuntukkan bagi sekitar 70 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darul Hikmah. Ia menyebutkan bahwa pemasangan tenda dilakukan setelah menerima laporan dari Pemerintah Kecamatan Banjarwangi serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).
“Pemasangan tenda sudah selesai sejak Selasa kemarin di MI Darul Hikmah, Kampung Cipadung, Desa Bojong, Kecamatan Banjarwangi,” katanya.
Aah mengakui, kondisi bangunan sekolah saat ini tidak memungkinkan untuk digunakan secara normal karena pergerakan tanah masih berpotensi terjadi. Oleh karena itu, penggunaan tenda darurat dinilai sebagai pilihan paling realistis dalam situasi darurat.
“Kami tidak ingin mengambil risiko terhadap keselamatan guru dan siswa, sehingga pembelajaran dialihkan ke tempat yang lebih aman,” jelas Aah.
Sementara itu, pihak kepolisian setempat menegaskan bahwa pengamanan dan pendampingan terus dilakukan untuk memastikan keselamatan seluruh warga sekolah.
Kapolsek Banjarwangi, IPDA Ipar Suparlan, mengatakan jajarannya bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai kondisi bangunan sekolah yang nyaris roboh.
“Kami langsung berkoordinasi dengan Forkopimcam dan BPBD Garut untuk menangani kondisi MI Darul Hikmah yang terdampak tanah bergerak,” ujar Ipar.
Ipar menjelaskan bahwa kehadiran aparat kepolisian di lokasi tidak hanya untuk pengamanan, tetapi juga untuk memberikan rasa aman kepada guru, siswa, dan orang tua. Menurutnya, keselamatan menjadi prioritas utama dalam situasi bencana.
“Kami hadir untuk memastikan keselamatan guru dan siswa tetap terjaga, sekaligus mendukung agar proses belajar mengajar tetap bisa berjalan,” tegasnya.
BACA JUGA: Kebakaran Kios Jalan Pramuka Picu Kepanikan Warga Garut
Meski demikian, kondisi ini menimbulkan catatan penting bagi pemerintah daerah terkait kesiapan infrastruktur pendidikan di wilayah rawan bencana. Peristiwa tanah bergerak di Banjarwangi menjadi pengingat bahwa sekolah-sekolah di daerah rawan perlu mendapatkan perhatian khusus, baik dari sisi mitigasi maupun penanganan pascabencana.
Pemerintah daerah diharapkan tidak hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga menyiapkan solusi jangka panjang agar kegiatan pendidikan dapat berlangsung dengan aman dan layak. Keberadaan tenda darurat memang menjadi solusi sementara, namun perbaikan dan relokasi bangunan sekolah perlu segera dipertimbangkan demi keselamatan generasi penerus. (Liklik)

