Tasikmalaya Batalkan Mobil Dinas Baru Rp1,8 Miliar
infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya memutuskan untuk membatalkan pengadaan mobil dinas baru senilai Rp1,8 miliar. Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, dan Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, memilih menggunakan mobil dinas bekas yang masih layak pakai.
Keputusan ini diambil sebagai bentuk penghematan anggaran dan upaya menghindari pemborosan dalam pengelolaan keuangan daerah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tasikmalaya, Asep Goprulah, mengungkapkan bahwa pembatalan ini merupakan instruksi langsung dari Wali Kota. Ia menegaskan bahwa pengadaan mobil dinas baru tidak menjadi prioritas pemerintahan saat ini.
“Kemarin Pak Wali menyampaikan kepada saya agar pengadaan mobil dinas tidak dilanjutkan,” kata Asep saat ditemui wartawan, Senin (3/2/2025).
Sebagai gantinya, Viman akan menggunakan Mitsubishi Pajero Dakar bekas yang sebelumnya dipakai oleh mantan Penjabat (Pj) Wali Kota, Cheka Virgowansyah, dan Asep Sukmana. Sementara itu, Diky Candra akan menggunakan Pajero Dakar bekas milik mantan Wali Kota Budi Budiman dan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Ivan Dicksan.
Menurut Asep, kendaraan dinas tersebut sudah diperiksa dan pasti masih dalam kondisi baik setelah menjalani perawatan.
“Beberapa unit sudah diperbaiki dan kondisinya cukup layak untuk mendukung operasional pemerintahan. Tidak ada urgensi untuk membeli mobil baru,” jelasnya.
Pemkot Tasikmalaya menilai bahwa penggunaan anggaran daerah harus lebih selektif dan tepat sasaran. Daripada membeli mobil dinas baru, pemerintah memilih mengalokasikan dana untuk program-program yang lebih berdampak langsung bagi masyarakat.
“Fokus utama kami adalah meningkatkan pelayanan publik. Dana yang sebelumnya direncanakan untuk mobil dinas baru akan dialihkan untuk mendukung program yang lebih berdampak,” ujar Asep.
Keputusan ini juga dinilai sebagai langkah positif dalam mengelola keuangan daerah secara lebih bijak dan transparan. Pemkot ingin memastikan bahwa anggaran yang tersedia benar-benar berguna untuk kepentingan masyarakat.
Keputusan pembatalan pengadaan mobil dinas mendapat respons positif dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan pengamat kebijakan publik.
Beberapa warga menilai langkah ini sebagai bentuk kepedulian Pemkot terhadap kondisi ekonomi daerah. Salah satu warga, Rudi (45), mengatakan bahwa pemerintah seharusnya memang lebih mengutamakan kesejahteraan masyarakat daripada kepentingan fasilitas pejabat.
“Mobil bekas juga masih layak pakai, tidak perlu selalu beli baru. Yang penting kerja mereka untuk masyarakat lebih maksimal,” ujarnya.
Sementara itu, sejumlah pihak di DPRD Kota Tasikmalaya menyatakan mendukung keputusan ini, meskipun mereka juga menekankan bahwa kebijakan pengelolaan kendaraan dinas harus tetap memperhatikan aspek efisiensi dan kenyamanan dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Asep memastikan bahwa langkah ini bukan hanya sekadar penghematan, tetapi juga bagian dari komitmen pemerintah dalam menerapkan tata kelola yang lebih transparan dan akuntabel.
BACA JUGA: PT Centratama Tetap Lanjutkan Tower BTS di Ciamis
“Kami ingin memastikan bahwa setiap rupiah yang keluar harus benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Tidak ada pemborosan, tidak ada kepentingan pribadi,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa evaluasi terhadap penggunaan aset pemerintah akan terus dilakukan untuk memastikan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya daerah.
Dengan keputusan ini, Pemkot Tasikmalaya berharap dapat memberikan contoh positif bagi daerah lain dalam mengelola anggaran dengan lebih bijak dan bertanggung jawab. (AA Fauzy/infopriangan.com)

