Tiga Nelayan Keluarga Diterjang Ombak Pangandaran

infopriangan.com, BERITA PANGANDARAN. Laut Pangandaran kembali menelan korban. Sabtu malam, 28 Juni 2025, tiga nelayan yang masih satu keluarga diterjang ombak besar saat mencari lobster di perairan Pantai Timur Pangandaran. Dalam tragedi tersebut, satu orang berhasil diselamatkan, sementara dua lainnya ayah dan anak hingga kini masih dinyatakan hilang.

Peristiwa bermula ketika Yadi Atma (54) bersama dua putranya, Yogi Mustofa (20) dan Meggy (17), berangkat melaut menggunakan perahu kecil sekitar pukul 22.00 WIB. Mereka berniat memasang jaring untuk menangkap lobster, seperti biasa yang dilakukan para nelayan setempat.

Menurut informasi dari keluarga, cuaca saat keberangkatan terbilang cukup tenang. Namun tak berselang lama, kondisi laut berubah drastis. Angin kencang dan ombak besar datang secara tiba-tiba, menggulung perahu kecil mereka.

“Angin mendadak kencang, ombaknya tinggi sekali. Perahu mereka terbalik dan pecah,” ujar Sakio, Ketua SAR Barakuda Pangandaran. Senin, (30/06/2025).

Meggy, anak bungsu Yadi, menjadi satu-satunya korban yang berhasil selamat. Ia ditemukan oleh seorang nelayan yang tengah melintas dan langsung dievakuasi ke darat dalam kondisi lemas dan trauma. Menurut keterangan Meggy, sang ayah dan kakaknya sempat berusaha menyelamatkan mesin perahu yang nyaris tenggelam. Namun upaya itu justru membuat keduanya terbawa arus.

“Saya sempat melihat ayah dan kakak berenang ke arah mesin, tapi tiba-tiba ombak besar datang lagi. Setelah itu saya tidak melihat mereka lagi,” ujar Meggy dengan suara terbata-bata saat ditemui di posko evakuasi.

Hingga berita ini diturunkan, pencarian terhadap dua korban masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan yang terdiri dari relawan Barakuda, nelayan setempat, serta anggota keluarga korban, menyisir area laut dan pesisir pantai menggunakan perahu jukung, jetski, serta kendaraan darat.

“Penyisiran sudah dilakukan sejak semalam. Tapi karena gelombang tinggi dan angin kencang, pencarian jadi sangat sulit,” kata Sakio.

Tim SAR juga mengimbau nelayan lain untuk tidak melaut dalam kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini. Menurut BMKG, gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di wilayah pesisir selatan Jawa Barat selama beberapa hari ke depan.

BACA JUGA: Edi Rusyana Pimpin PGRI Ciamis 2025–2030

Di sisi lain, suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban dan kawasan Pantai Timur Pangandaran. Warga setempat turut membantu pencarian sambil berharap kedua korban segera ditemukan.

“Semoga cepat ketemu, entah dalam kondisi apapun. Kasihan keluarganya menunggu dalam ketidakpastian,” ujar Riki, seorang nelayan yang ikut dalam pencarian.

Perahu milik korban telah ditemukan dalam kondisi rusak parah dan terseret ke pinggir pantai. Bagian lambung dan mesin terlepas akibat hantaman ombak.

Pihak keluarga meminta masyarakat ikut mendoakan agar pencarian membuahkan hasil. Sementara Meggy kini masih dalam perawatan dan pendampingan psikologis akibat syok yang dialaminya. (KMP, infopriangan.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan