Tim Maung Galunggung Amankan Sejumlah Pemuda
infopriangan.com, BERITA TASIKMALAYA. Tim Maung Galunggung bersama Polsek Mangkubumi Polres Tasikmalaya Kota mengamankan tiga remaja yang diduga berandalan bermotor. Minggu, (07/08/2022) dini hari.
Mereka diamankan diduga ugal-ugalan saat mengendarai sepeda motor di Jalan Mangkubumi – Indihiang (Mangin), tepatnya di Kampung Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Kepala Tim Maung Galunggung Polres Tasikmalaya Kota, Ipda Azis Kartaji mengatakan, tiga remaja yang diamankan saat polisi menggelar Patroli KRYD antisipasi kejahatan jalanan dan geng motor di wilayah tersebut.
“Ya kami melakukan patroli di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota. Pada saat Patroli kami mendapat informasi dari masyarakat Mangin Kampung Cipari bahwa ada berandalan bermotor yang diamankan,” ucapnya.
Kemudian Tim Maung Galunggung menuju lokasi, disana sudah ada anggota Polsek Mangkubumi.
“Kami berhasil mengamankan dua unit sepeda motor berikut tiga orang pengendaranya dan diserahkan ke Polsek Mangkubumi,” kata Ipda Azis.
Azis menjelaskan, untuk motor yang digunakan, diketahui sudah dimodifikasi sehingga tidak sesuai dengan kelayakan pemakaian di jalan raya.
“Mereka akan dibina setelah nantinya tidak ada dibawah pengaruh minuman keras,” jelasnya.
Selain itu, Polisi juga membubarkan lima remaja diduga melakukan pesta miras di Jalan HZ Mustofa, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat.
Dari lima remaja tersebut, satu diantaranya seorang perempuan. Setelah dilakukan pembinan kemudian mereka dibubarkan Polisi.
“Setelah itu kami Patroli ke Jalan HZ Mustofa Kota Tasikmalaya, kami mendapati beberapa remaja yang sedang berkumpul. Diduga sedang menegak minuman keras (miras) dan terlihat memang ada botol miras. Kemudian kami membubarkanya untuk pulang ke rumahnya masing-masing,” ujarnya.
BACA JUGA: 140 KK Penyintas Bencana, Segera Akan Direlokasi
Ia mengungkapkan bahwa selama ini Polres Tasikmalaya Kota tengah menggencarkan razia untuk memberantas penyakit masyarakat, aksi berandalan bermotor, hingga premanisme.
“Kegiatan dilakukan dengan cara menyasar sejumlah jalanan di pusat kota hingga taman-taman yang menjadi tempat berkumpul,” pungkasnya. (A.A. Fauzy/IP)

