Tingginya Kriminalitas Remaja Jadi Masalah Serius

infopriangan.com, TELISIK OPINI. Tingginya angka kriminalitas yang melibatkan remaja dan anak di bawah umur menjadi masalah serius yang terus meningkat setiap tahunnya. Berdasarkan data dari Kementerian Hukum dan HAM, sejak tahun 2020 hingga 2023, lebih dari 2.000 anak terjerat kasus hukum. Bahkan, pada Agustus 2023, tercatat 1.467 anak berstatus tahanan dan 526 anak lainnya menjalani hukuman sebagai narapidana. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cerminan dari adanya persoalan mendasar dalam sistem pendidikan yang diterapkan saat ini.

Banyak pihak menilai bahwa sistem pendidikan sekuler menjadi salah satu penyebab dari krisis moral di kalangan generasi muda. Sistem ini memisahkan agama dari kehidupan sehari-hari, seolah agama hanya relevan dalam urusan ibadah ritual semata. Padahal, dalam pandangan Islam, agama adalah pedoman yang mencakup seluruh aspek kehidupan, termasuk pendidikan.

Ketika pendidikan tidak diiringi dengan nilai-nilai agama yang kokoh, maka tidak heran jika generasi yang dihasilkan rentan kehilangan arah dan mudah terjerumus ke dalam perilaku menyimpang.

Sistem pendidikan sekuler cenderung fokus pada pencapaian akademis dan keterampilan teknis, tetapi mengabaikan pembentukan karakter dan kepribadian yang berlandaskan iman serta takwa.

Hal ini menimbulkan ketidakseimbangan antara kecerdasan intelektual dan moral. Padahal, pendidikan sejatinya bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan tersebut digunakan untuk kebaikan bersama.

Dalam pandangan Islam, pendidikan memiliki tujuan yang lebih luas, yaitu membentuk kepribadian Islami yang mencakup pola pikir dan pola sikap berdasarkan ajaran agama.

Kurikulum yang diterapkan dalam pendidikan Islam tidak hanya mengajarkan ilmu dunia, tetapi juga menanamkan nilai-nilai keimanan yang kuat. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang baik serta tanggung jawab moral yang tinggi.

Orang tua juga memegang peran penting dalam sistem pendidikan Islam. Pendidikan di rumah menjadi fondasi awal dalam membentuk karakter anak.

Ketika orang tua memberikan teladan yang baik dan lingkungan keluarga mendukung perkembangan moral anak, maka sekolah sebagai lembaga formal akan lebih mudah melanjutkan proses pendidikan tersebut. Sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam keberhasilan pendidikan Islam.

Sejarah telah mencatat bagaimana pendidikan Islam mampu melahirkan generasi emas pada masa kejayaan peradaban Islam.

Pada masa itu, ilmu pengetahuan berkembang pesat dan banyak ilmuwan Muslim yang memberikan kontribusi besar bagi dunia, seperti Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan Al-Farabi.

Keberhasilan mereka tidak hanya karena kecerdasan intelektual, tetapi juga karena pendidikan yang mereka terima didasarkan pada prinsip keimanan yang kuat.

Dalam Al-Qur’an, Allah SWT memberikan pedoman yang jelas tentang pentingnya mengikuti jalan yang lurus, sebagaimana dalam Surah Al-An’am ayat 153 yang artinya: “Inilah jalanku yang lurus (yakni Islam), karena itu ikutilah jalan itu dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang lain yang bisa mengakibatkan kalian tercerai-berai dari jalan-Nya. Yang demikian Allah perintahkan kepada kalian agar kalian bertakwa.”

Ayat ini menegaskan bahwa jalan terbaik dalam membentuk generasi yang beriman, bertakwa, dan cerdas adalah dengan mengikuti pedoman yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Sistem pendidikan yang tidak selaras dengan prinsip ini hanya akan melahirkan generasi yang rapuh secara moral dan rentan terhadap pengaruh negatif.

Sudah saatnya sistem pendidikan saat ini dievaluasi secara mendalam. Perubahan harus dimulai dari kesadaran kolektif bahwa pendidikan bukan hanya tentang pencapaian akademis, tetapi juga tentang membentuk manusia yang berkarakter, beriman, dan bertakwa. Pendidikan Islam, dengan kurikulum yang berbasis akidah, menjadi solusi nyata dalam mencetak generasi emas di masa depan.

BACA JUGA: Forum BUMDes Pangandaran Gali Potensi Usaha Desa

Generasi emas bukanlah sekadar generasi yang unggul dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga generasi yang memiliki kesadaran moral, tanggung jawab sosial, serta keteguhan iman. Semua pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun keluarga, memiliki peran penting dalam mewujudkan hal ini.

Jika sistem pendidikan Islam diterapkan secara konsisten dan menyeluruh, maka bukan tidak mungkin kita akan melihat lahirnya generasi yang mampu membawa peradaban ke arah yang lebih baik. Generasi yang tidak hanya cerdas dan berprestasi, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan kesadaran spiritual yang kuat. Wallahu a’lam bishawab. (Maulidia Nur Khafifah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Konten terlindungi. Anda tidak diizinkan untuk menyalin berita infopriangan